5 Sosok Terpilih dalam Businessperson of the Year Apresiasi Tokoh Visioner yang Inspiratif yang Bikin Dunia Bisnis Berubah Total!
Menghadapi disrupsi teknologi, kesehatan, dan keuangan, dunia usaha membutuhkan figur yang bukan hanya piawai membaca tren, tetapi juga berani menciptakan pasar baru.
TIMES Network – class="MsoNormal">Menghadapi disrupsi teknologi, kesehatan, dan keuangan, dunia usaha membutuhkan figur yang bukan hanya piawai membaca tren, tetapi juga berani menciptakan pasar baru. Melalui ajang “Businessperson of the Year Apresiasi Tokoh Visioner yang Inspiratif”, lima pemimpin berikut dinilai paling transformatif sepanjang 12 bulan terakhir.
Kiprah mereka menembus batas industri danmembentuk ulang cara kamu bekerja, berinvestasi, bahkan menjaga kesehatan. Beberapa yang berhasil masuk adalah sebagai berikut.
1. Jensen Huang – CEO & Founder Nvidia
Saat Nvidia resmi menembus valuasi $5 triliun pada Oktober 2025, Huang memecahkan rekor sebagai pemimpin pertama yang membawa perusahaan semikonduktor menjadi emiten paling bernilai di dunia. Pernyataan berani bahwa Nvidia “memiliki visibilitas pesanan setengah triliun dolar” hingga 2026 mengguncang lantai bursa dan memicu perlombaan chip AI lintas benua.
Dilansir dari fortune Indonesia, Strategi “moving up the stack” dari penyedia GPU ke layanan cloud AI komplet membuatmu, memperoleh ekosistem hardware-software terintegrasi. Dominasi tersebut menempatkan Huang di peringkat kedua “Most Powerful People in Business” 2024 versi Fortune. Hal itu membuktikan bahwa visi teknologinya sekaligus mahir mengamankan rantai pasok global.
2. Satya Nadella – CEO Microsoft
Dalam dekade kepemimpinannya, nilai pasar Microsoft melonjak 1.000 %, menembus $3 triliun berkat pivot ganda: komputasi awan dan kecerdasan buatan. Taruhan awalnya pada OpenAI diakui analis sebagai “masterstroke”. Sebab, menempatkan Azure di posisi strategis menyediakan daya komputasi untuk hampir semua startup AI.
Nadella juga merangkul budaya “growth mindset” ke ribuan karyawan. Hal ini membuktikan bahwa transformasi teknologi harus diiringi perubahan kepemimpinan. Hasilnya, Microsoft 365 berbasis Copilot dan chip AI internal Athena siap membuatmu bekerja lebih cepat sembari menekan ketergantungan pada pemasok eksternal.
3. Sam Altman – CEO OpenAI
OpenAI baru saja memecahkan rekor valuasi perusahaan privat, menyentuh $300 miliar pasca penjualan saham senilai $6,6 miliar. Pencapaian tersebut menempatkan ChatGPT setara kapitalisasi perusahaan publik papan atas seperti ExxonMobil.
Tak berhenti pada perangkat lunak, Altman meluncurkan proyek “Stargate” bernilai $500 miliar. Tujuannya untuk membangun jaringan pusat data raksasa demi mengejar AGI. Meski pendanaan ambisius ini menuai skeptisisme, langkah visioner tersebut mendesakmu sebagai profesional atau regulator.
4. Lars Fruergaard Jorgensen
Ledakan permintaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 (Ozempic dan Wegovy) mendorong Novo Nordisk menyalip LVMH hingga menjadi perusahaan paling bernilai di Eropa. Dengan 40 juta pasien di seluruh dunia, pendapatan 2023 melonjak lebih dari 50 %. Kondisi itu mengubah paradigma industri farmasi menuju era “healthy aging” berbasis bioteknologi.
Tidak puas berfokus pada obat, Jorgensen menggandeng Nvidia membangun superkomputer AI untuk penelitian klinis lanjutan. Hal ini adalah kolaborasi lintas sektor yang mungkin mempercepat penemuan terapi baru bagi kamu di masa depan.
5. Lisa Su – CEO & Chair AMD
Mengawali jabatan pada 2014, Su membalikkan AMD dari ambang kebangkrutan menjadi pesaing utama Nvidia dalam chip AI. Pendapatan tahunan kini 370 % lebih tinggi dibanding awal kepemimpinan. Ia juga dinobatkan sebagai CEO perempuan bergaji tertinggi lima tahun berturut-turut, menandakan apresiasi pasar atas transformasi strategisnya.
Rilis GPU MI300 dan upaya menembus larangan ekspor AS-Tiongkok menunjukkan keberanian Su menavigasi gejolak geopolitik. Bahkan, dia bisa sambil menjaga rantai pasok semikonduktor. Bagi kamu, persaingan sehat ini berarti pilihan prosesor AI lebih variatif dan terjangkau.
Dunia bisnis terus bergerak cepat dan penuh tantangan. Perusahaan perlu memahami strategi baru agar bisa bertahan dalam persaingan. Melalui FORTUNE Indonesia Summit, para pemimpin industri berkumpul untuk membahas arah ekonomi dan peluang pasar yang relevan. Forum ini digagas oleh FORTUNE Indonesiadan dikemas dalam bentuk talkshow serta award session yang melibatkan pemimpin, inovator, dan pengambil keputusan dari berbagai sektor.
Apa Reaksi Anda?