Akafarma Sunan Giri Ponorogo Peringati Isra Mi’raj dengan Istighatsah Bersama
Di tengah kemajuan teknologi farmasi dan tuntutan akademik yang dinamis, Akafarma Sunan Giri Ponorogo memilih untuk kembali ke akar spiritualitas. Pada Jumat, 9 Januari 2026,
PONOROGO Di tengah kemajuan teknologi farmasi dan tuntutan akademik yang dinamis, Akafarma Sunan Giri Ponorogo memilih untuk kembali ke akar spiritualitas. Pada Jumat, 9 Januari 2026, suasana kampus yang biasanya riuh dengan aktivitas laboratorium berubah menjadi teduh dan khusyuk.
Seluruh sivitas akademika berkumpul dalam satu barisan untuk menyelenggarakan rutinan istighatsah sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dengan mengusung tema besar "Istighatsah Isra Mi’raj: Menguatkan Doa, Meneguhkan Iman, Menata Kehidupan", kegiatan ini dirancang sebagai momentum recharging spiritual bagi para tenaga kesehatan masa depan.
Puncak acara ditandai dengan kehadiran Gus Moch Ikhwanusshofa, sosok ulama muda kharismatik dari Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Pakunden, Ponorogo. Dia hadir tidak hanya untuk memimpin doa (Imam istighatsah), tetapi juga memberikan orasi ilmiah keagamaan yang menyentuh realitas kehidupan modern.
Dalam tausiyahnya, Gus Shofa membedah esensi perjalanan Isra Mi’raj sebagai titik balik kehidupan manusia. Beliau menekankan bahwa shalat, sebagai "oleh-oleh" utama dari peristiwa tersebut, adalah fondasi dalam menata kehidupan.
"Ilmu farmasi yang kalian pelajari adalah ikhtiar lahiriah, namun doa dan iman adalah kunci batiniah. Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun pencapaian manusia, ia harus tetap bersujud. Jika doa sudah kuat dan iman sudah teguh, maka urusan dunia termasuk studi dan karier akan tertata dengan sendirinya," pesan Gus Shofa
Partisipasi Total Sivitas Akademika
Laporan pandangan mata menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga jajaran dosen dan Tenaga Kependidikan turut larut dalam lantunan dzikir. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan adanya harmoni antara manajemen kampus dengan mahasiswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter.
Seorang perwakilan mahasiswa, Anisa mengungkapkan istighatsah ini terasa sangat menenangkan. Di tengah tekanan tugas dan perkuliahan, momen ini mengingatkan kami bahwa ada kekuatan yang lebih besar.
"Doa bersama ini benar-benar menguatkan tekad kami untuk menuntut ilmu dengan niat yang benar,” ujar Anisa
Acara diakhiri dengan lantunan doa dan dzikir bersama yang menggema, memohon kelancaran dan keberkahan bagi institusi, para pengajar, mahasiswa, serta keselamatan bangsa. (*)
Apa Reaksi Anda?