Alumni DVE Unair Edukasi Pelari Surabaya Lewat Kampanye ‘Glow with Protection'
Alumni Spesialis DVE Unair gelar Pengmas “Glow with Protection” bersama komunitas lari IM2B, edukasi bahaya UV, pentingnya sunscreen, cara pilih dan pakai yang benar, termasuk untuk bayi dan anak.
SURABAYA Dalam rangkaian Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair) dan Peringatan ke-112 Pendidikan Dokter di Surabaya, para alumni Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Unair (DVE Unair) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) dengan menggandeng komunitas lari IKA Smada Melaku Melayu Bareng (IM2B) Surabaya.
Kegiatan yang bertajuk “Glow with Protection: The Power of Sunscreen” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para penggemar aktivitas luar ruangan, mengenai bahaya paparan sinar matahari berlebihan dan pentingnya perlindungan kulit yang efektif.
Ketua Panitia Pengmas, dr. Marina Haroen, Sp.DVE., FINSDV, menjelaskan bahwa tema ini diangkat untuk menekankan pentingnya kesehatan kulit meski aktif berolahraga.
"Sinar matahari pada intinya baik, tetapi sengatan sinar UV dapat merusak DNA sel kulit, mempercepat penuaan, hingga meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit seperti karsinoma dan melanoma," ungkap dr. Marina, Sabtu (29/11/2025).
Ia menegaskan, perlindungan kulit melalui penggunaan sunblock atau sunscreen adalah upaya penting untuk menangkal bahaya UV.
Dalam sesi edukasi, puluhan anggota komunitas lari IM2B dibekali wawasan mendalam mengenai perbedaan antara tabir surya fisik dan kimiawi, cara pemilihan produk yang tepat, serta panduan penggunaan yang benar, termasuk untuk bayi dan anak.
"Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan kesadaran yang cukup sehingga mampu mengimplementasikan perlindungan kulit yang efektif dalam aktivitas sehari-hari, guna menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko gangguan kulit serius di masa depan," harap dr. Marina.
Sementara itu, Ketua IM2B, Prof. Yose S. Beal, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, proteksi kulit kini menjadi prioritas bagi komunitasnya.
"Aktivitas lari dan jalan kaki kami lakukan secara outdoor. Kami di didik untuk sehat luar dan dalam, sehingga anggota kami, bahkan yang ikut di ajang maraton internasional, sangat aware bahwa penggunaan sunscreen itu penting, meski kami laki-laki," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang 3 Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Surabaya, dr. Ita Puspita Dewi, Sp.DVE., FINSDV., FAADV., mengapresiasi kegiatan tersebut.
"Pengmas kali ini menyasar komunitas yang gemar berolahraga lagi. Materi yang disampaikan saya rasa sesuai, karena tabir surya berfungsi sebagai pelindung dan menghindarkan dari kelainan kulit jangka panjang seperti kanker kulit dan seborrheic keratosis," jelasnya.
Tak hanya itu, kegiatan pengmas kali ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember.
"Sehingga peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS," tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?