Inkulturasi Natal Momentum Konsolidasi FP NTT dalam Memajukan Pembangunan NTT

Perayaan Natal dan Inkulturasi Forum Pemuda NTT di Malang menjadi momentum konsolidasi diaspora NTT se-Indonesia. Pemuda didorong memperkuat persaudaraan, cegah konflik, dan berkontribusi membangun da

Januari 10, 2026 - 20:30
Inkulturasi Natal Momentum Konsolidasi FP NTT dalam Memajukan Pembangunan NTT

MALANG Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) menjadikan kegiatan Inkulturasi dan Perayaan Natal Bersama sebagai momentum strategis konsolidasi pemuda NTT se-Indonesia dalam mendukung pembangunan daerah asal. Kegiatan ini digelar pada Jumat (9/1/2026) di Hotel Atria Malang dan dihadiri perwakilan pemuda, tokoh daerah, serta pejabat pemerintah.

Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, S.T., menegaskan bahwa kolaborasi dengan diaspora menjadi salah satu program prioritas Gubernur NTT. Menurutnya, peran pemuda dan masyarakat NTT di perantauan sangat strategis dalam mempercepat pembangunan daerah.

“Pertemuan diaspora NTT se-Indonesia dan dunia sudah kami gelar pada 13 Desember di Kupang dan akan menjadi agenda tahunan. Ke depan, lokasi akan dipilih di titik tengah agar partisipasi semakin luas,” ungkap Florida.

Ia menambahkan, perayaan Natal memiliki makna iman yang mendalam sebagai pesan kasih, pengharapan, dan damai sejahtera. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam sikap dan karya pemuda NTT yang sedang menempuh jalan pengabdian di tanah rantau.

Inkulturasi-Natal-Momentum-Konsolidasi-FP-NTT--B.jpg

Tema Natal “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dinilai relevan dengan realitas pemuda NTT yang datang merantau untuk bekerja dan menuntut ilmu, sekaligus menjadi sandaran harapan keluarga di kampung halaman. Forum ini menjadi ruang bertumbuh, berbagi, dan memperkuat solidaritas antarpemuda NTT.

“Forum Pemuda NTT harus menjadi pelita yang menuntun langkah, menumbuhkan karakter, dan menjaga persaudaraan agar tetap kokoh menghadapi tantangan zaman,” pungkas Florida.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., dalam kesempatan yang sama menyoroti berbagai program strategis daerah, termasuk penguatan konektivitas melalui penerbangan perdana Batik Air rute Denpasar–Tambolaka–Denpasar sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata.

“Banyak anak-anak Sumba Barat Daya yang berada di Malang menjadi tanggung jawab moral pemerintah daerah. Kami ingin memastikan mereka tetap terhubung dengan daerah asal,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul melalui program beasiswa S-1, magister, hingga pendidikan dokter. Targetnya mencetak hingga 100 dokter dan puluhan lulusan magister dalam lima tahun ke depan.

“Anggarannya sudah kami siapkan. SDM adalah kunci utama untuk menggerakkan potensi daerah, termasuk sektor pariwisata. Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan,” tegasnya.

Ketua DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung semangat “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang” sebagai refleksi nilai kebersamaan masyarakat NTT. Natal bersama ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi pemuda NTT di Jawa Timur.

Inkulturasi-Natal-Momentum-Konsolidasi-FP-NTT--C.jpg

Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama agar konflik sosial antarpemuda NTT tidak terulang, sekaligus mencegah stigma negatif terhadap masyarakat NTT di perantauan.

Sementara itu, Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menegaskan pentingnya konsolidasi sebagai upaya memperkuat persaudaraan dan menjaga citra positif masyarakat NTT. Acara dilanjutkan dengan talkshow bertema “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang: Mahasiswa Pendatang Menghindari Konflik Sosial”.

Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bupati Sumba Barat Daya, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, akademisi Universitas Merdeka Malang, serta tokoh FP NTT. Forum ini diharapkan menjadi ruang “landing” bagi pemuda NTT di Malang Raya untuk kembali membahas masa depan daerah asal secara kolektif dan konstruktif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow