Kontes Modifikasi Motor di Kanesa Kepanjen, Ekplorasi Ide Air Brush hingga Suku Cadang
Masyarakat dan komunitas penghobi modifikasi motor disuguhi puluhan sepeda motor cantik, di kampus SMK Negeri 1 Kepanjen (Kanesa) Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026).
MALANG Masyarakat dan komunitas penghobi modifikasi motor disuguhi puluhan sepeda motor cantik, di kampus SMK Negeri 1 Kepanjen (Kanesa) Kabupaten Malang, Selasa (20/1/2026).
Puluhan sepeda motor modifikasi ini dijajar rapi di dalam hanggar semi outdoor Kanesa. Motor-motor modifikasi ini dibagi dua kelompok, untuk pelajar SMKN 1 Kepanjen juga kelompok peserta umum.
Beberapa jenis sepeda motor dengan kreasi modifikasi masing-masing dipajang, dan dinilai juri. Ada motor jadul jenis motor GL CB, ada juga yang jenis bebek dan sepeda motor matic.
"Modifikasi motor yang bagus itu dilihat dari kreatifitas pada air brush juga spare part yang ditambahkan. Selain cantik, modifikasi pada motor itu harus tetap fungsional," terang Dimas Raditian, juri dari Ototrend, sembari menilai satu-persatu motor kontes.
Motor modifikasi, menurutnya bukan berarti bebas dikreasi modifikasinya. Sebaliknya, tetap ada standar-standar sesuai kelasnya yang harus diperhatikan. Seperti, kerapian hasil pengecatan, nyaman dan tidak asal memasang atau menambahkan asesoris.
"Semakin motor yang dimodifikasi mendekati aslinya akan semakin bagus. Cat modifikasi juga tidak asal warna-warni, tetapi harus tetap halus dan rapi," imbuhnya.
Ia juga tetap memeriksa fungsi bagian-bagian motor yang penting. Seperti, disc cakram, camvas rem, kaliber, spion, kelistrikan dan lainnya.
Disinggung soal peminat motor modifikasi, selama ini terus ada dan berbeda karakter setiap generasi penghobinya. Pada kelas pelajar, lanjutnya, standar dan karakter modifikasi lebih dailyous, artinya tetap disesuaikan untuk bisa digunakan sehari-hari.
"Perkembangan tren modifikasi motor kekinian, adalah lebih menonjolkan LED CNC, dengan sentuhan digitalisasi untuk lebih mengenalkannya," terang Dimas.
Soal kompleksitas dan keramaian tambahan modifikasi sendiri, menurutnya bergantung pada sense dan gengsi penghobinya.
"Ada yang cukup menambah modifikasi dengan biaya 20 juta rupiah. Ada yang habis ratusan juta rupiah baru merasa cukup. Dan, itu kelihatan pada tampilan motor yang dimodifikasi," pungkasnya.
Waka Humas SMKN 1 Kepanjen, Feri Ferdianto mengungkapkan, ajang bakat melalui kontes motor modifikasi ini selalu digelar. Hal ini sebagai wadah bagi penghobi motor modifikasi, sekaligus menjadi alternatif kegiatan positif bagi kalangan muda.
Dikatakan, ajang kontes motor modifikasi ini tidak hanya mewadahi bakat pelajar SMKN 1, namun juga terbuka bagi masyarakat umum.
Data awal sesuai registrasi peserta, jumlah lebih dari 200 unit. Yang, memenuhi syarat untuk mengikuti kontes modifikasi saat pelaksanannya, jumlahnya 90 lebih sepeda motor. (*)
Apa Reaksi Anda?