PERSADA UB Dinobatkan sebagai Klinik Hukum Pidana Terbaik 2025

PERSADA UB raih Hukumonline Legal Clinic Awards 2025 sebagai Mitra Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana, menegaskan konsistensi sejak 2022. Penghargaan diterima Prof. Nurini dan Ladito, wujud peran rise

November 29, 2025 - 18:00
PERSADA UB Dinobatkan sebagai Klinik Hukum Pidana Terbaik 2025

MALANG Pusat Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB) kembali mengukir prestasi nasional. Dalam ajang Hukumonline Legal Clinic Awards 2025, lembaga ini meraih predikat Mitra Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana. Perhargaan ini mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pusat riset dan pendidikan klinis hukum pidana paling berpengaruh di Indonesia.

Predikat ini melengkapi capaian serupa pada 2022, menunjukkan konsistensi PERSADA UB dalam memperkuat praktik pendidikan hukum berbasis riset, advokasi, dan pelayanan masyarakat. Rekam jejak tersebut mempertegas posisi PERSADA UB sebagai center of excellence dalam pengembangan sistem peradilan pidana.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Prof. Dr. Nurini Aprilianda, pendiri sekaligus ketua pertama PERSADA UB, bersama Ladito R. Bagaskoro, Sekretaris PERSADA UB. Prof. Nurini menilai apresiasi ini sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis pusat studi interdisipliner di perguruan tinggi.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa pusat studi tidak bisa berhenti pada teori. Kami harus terlibat langsung memperluas akses keadilan melalui riset dan pendampingan hukum,” ujar Prof. Nurini usai menerima penghargaan, Kamis (27/11/2025).

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Rektor UB, Wakil Rektor V, dan Ketua DRPM UB yang selama ini memperkuat ekosistem riset di kampus. Menurutnya, dukungan kelembagaan yang stabil membuat PERSADA UB tumbuh menjadi pusat riset yang kuat dan berkelanjutan.

Sekretaris PERSADA UB, Ladito Risang Bagaskoro, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama tim peneliti, asisten peneliti, mahasiswa, dan seluruh jejaring mitra.

“Kami akan terus memperkuat model pendidikan klinis hukum yang progresif, berbasis bukti, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PERSADA UB saat ini, Dr. Fachrizal Afandi, menilai bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan multidisiplin dan komitmen terhadap prinsip rule of law mampu memberi dampak nyata di tingkat nasional.

“Dalam hampir satu dekade perjalanan, PERSADA UB berkembang sebagai laboratorium akademik untuk merumuskan inovasi kebijakan hukum dan mendorong reformasi sistem peradilan pidana,” tutur Fachrizal.

Capaian ini menempatkan PERSADA UB sebagai garda depan pendidikan klinis hukum pidana di Indonesia. Keterlibatannya dalam berbagai forum nasional menunjukkan kapasitas akademik yang kuat, integritas riset, dan komitmen terhadap isu-isu krusial reformasi hukum.

Ke depan, PERSADA UB menargetkan perluasan kolaborasi serta pendalaman riset strategis. Program pendidikan klinis hukum juga akan diperluas agar semakin banyak mahasiswa dan peneliti yang dapat terjun langsung dalam penyelesaian problematika hukum di masyarakat. Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi PERSADA UB untuk terus memperkuat posisi sebagai pusat rujukan nasional di bidang sistem peradilan pidana. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow