PMR Madya SMPN 2 Tulakan Pacitan Gandeng Dinas Kehutanan, Tanam 15 Pohon Buah Wujudkan Sekolah Hijau
PMR Madya SMPN 2 Tulakan menggandeng Cabang Dinas Kehutanan Pacitan untuk menanam 15 bibit pohon buah di lingkungan sekolah, Kamis (25/12/2025).
PACITAN PMR Madya SMPN 2 Tulakan menggandeng Cabang Dinas Kehutanan Pacitan untuk menanam 15 bibit pohon buah di lingkungan sekolah, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret mewujudkan sekolah hijau sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para siswa.
Bibit yang ditanam terdiri atas jambu air, kelengkeng, dan mangga. Selain berfungsi sebagai peneduh dan penyerap karbon, pohon buah dipilih agar memberi manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan langsung oleh warga sekolah.
Kegiatan penanaman dipimpin Pembina PMR Madya SMPN 2 Tulakan, Agung Murjiawan. Ia memberikan arahan teknis penanaman sekaligus mengajak siswa memahami bahwa peran PMR tidak hanya soal pertolongan pertama, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Menanam pohon adalah investasi. Hasilnya memang tidak langsung terlihat, tetapi manfaatnya akan dirasakan beberapa tahun ke depan,” ujar Agung Murjiawan, Sabtu (3/1/2026).
Penanaman dilakukan secara simbolis bersama para anggota PMR, dimulai dari bibit mangga yang ditanam dan disiram pertama kali. Setelah itu, siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk memastikan seluruh bibit tertanam dengan baik.
Dinas Kehutanan Kabupaten Pacitan menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara sekolah dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.
Dukungan bibit diharapkan menjadi pemantik kegiatan serupa di sekolah lain, khususnya di wilayah Pacitan yang memiliki kondisi geografis berbukit dan rawan degradasi lingkungan.
Bagi PMR Madya SMPN 2 Tulakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter. Para siswa belajar tanggung jawab, kerja sama, dan konsistensi melalui perawatan rutin tanaman yang telah ditanam.
Kini, halaman SMPN 2 Tulakan memiliki “penghuni” baru. Meski masih berupa bibit kecil, pohon-pohon tersebut diharapkan tumbuh menjadi peneduh sekolah sekaligus simbol kepedulian generasi muda Pacitan terhadap masa depan lingkungan. (*)
Apa Reaksi Anda?