Kopi TIMES

Kebijakan Publik Untuk Keluarga

Rabu, 26 Februari 2020 - 11:12 | 32.06k
Kebijakan Publik Untuk Keluarga
Fanny Syariful Alam, Koordinator Bhinneka Nusantara Foundation Region Bandung/Program Director Bandung School Of Peace Indonesia

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Rancangan Undang Undang Ketahanan Keluarga yang baru saja diajukan oleh beberapa anggota fraksi PKS dan Gerindra, serta Golkar menjadi sorotan publik. Ini karena, keberadaan pasal-pasal yang pada awalnya merupakan dukungan terhadap keluarga sebagai pilar dari pembangunan, penafsiran yang muncur malah terkesan mengintervensi kehidupan privat dan kewajiban suami istri, serta mengatur perilaku seksual suami istri dan praktik surogasi untuk mendapatkan anak.

Sepintas, tujuan utama dari RUU ini jika dilihat dari elaborasi pasal-pasal tersebut meyakinkan serta memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan hidup rumah tangga dan keluarga. Salah satu pengusul RUU ini, Endang Maria dari Golkar menggarisbawahi pentingnya RUU karena banyaknya anak-anak terpapar narkoba dan pornografi.  Pengusul lainnya, Netty Prasetiyani dari PKS bahkan memberikan pandangan bahwa  RUU ini disusun karena masih banyaknya keluarga Indonesia belum mencapai status ideal dan sejahtera, oleh karena itu Negara harus mampu memberikan akses agar keluarga dalam berbagai strata dan matranya dapat memiliki ketangguhan. 

Apa saja dalam RUU ini yang perlu mendapatkan masukan dari masyarakat, mengingat RUU ini akan menjadi sarana negara untuk kepentingan masyarakat, serta kebijakan apa sebenarnya yang diperlukan oleh keluarga untuk meningkatkan kualitas ketahanan tanpa perlu mengintervensi kepentingan privat masyarakat?

Tendensi Diskriminasi dan Penghukuman

Beberapa pasal mengenai rumah tangga, relasi suami-istri dalam RUU Ketahanan Keluarga disinyalir akan mengintervensi hak-hak privat suami istri serta mengubah relasi mereka menjadi lebih timpang bagi istri dan perempuan secara umum. Dalam proses pengambilan keputusan yang berada pada tangan suami, Komisioner Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, menyatakan peran tersebut dibakukan sehingga pada akhirnya istri tidak akan berperan dalam pengambilan keputusan, tercermin dari pasal 25 ayat (2).

Lalu, tidak adanya klausul mengenai kekerasan dalam rumah tangga dalam RUU. Ditambahkan juga bahwa pihak istri lah yang wajib menjaga keutuhan keluarga serta memperlakukan suami dan anak secara baik ketika tidak ada peran yang sama dari pihak suami. RUU ini tidak melihat hal substansial yang menjadi bagian kualitas keluarga, sebaliknya malah menekankan kepada hal-hal yang sifatnya privat, seperti hubungan suami istri yang dianggap keluar dari norma sosial dan agama, serta bagaimana mendapatkan keturunan lewat jalur surogasi juga mendapatkan sanksi karena dianggap bertentangan dengan nilai agama juga budaya. 

Kebijakan Publik untuk Keluarga

Menjadi pertanyaan bagaimana sebenarnya perspektif para inisiator RUU ini sebelum akhirnya tiba pada penyusunan RUU secara komprehensif. Apakah para inisiator sudah melakukan penelitian kepada para sampel keluarga sehingga dapat memaparkan betapa ketimpangan dalam ketahanan keluarga terjadi karena unsur relasi suami-istri yang perlu diperbaiki, bahkan melibatkan Negara hingga urusan hubungan suami-istri yang dipandang tidak sesuai dengan agama atau nilai sosial yang berlaku serta bagaimana pandangan Negara harus bertindak pada hal untuk mendapatkan keturunan lewat jalur surogasi pun harus dihukum?

Amerika Serikat  menekankan ketahanan keluarga melalui peningkatan upah minimum, peningkatan kapasitas tawar secara kolektif dalam dunia kerja, pembiayaan kesehatan keluarga yang semakin terjangkau, peningkatan kapasitas hak reproduksi serta layanannya, dan jaminan pensiun bagi keluarga. Di New Zealand, ketahanan keluarga berfokus kepada jaminan bagi anak dan keluarga dalam bentuk kebijakan pemerintah yang mendukung jaminan keuangan bagi keluarga berpenghasilan rendah. 

Ketahanan keluarga seharusnya dipandang sebagai hak keluarga dalam menjalankan keluarganya dengan cara masing-masing dan intervensi Negara diperlukan untuk mendukung hak jaminan ekonomi bagi keluarga yang kurang mampu serta jaminan hak-hak sosial mereka tanpa perlu mencampuri hal-hal yang bersifat privat dan mendukung kesetaraan gender karena secara prinsip Indonesia telah menandatangani konvensi yang berkenaan dengan pengarusutamaan gender serta duduk sebagai anggota dewan Hak Asasi Manusia PBB, sehingga penyusunan RUU apa pun itu seharusnya memperhatikan posisi Negara dengan komitmennya terhadap kondisi sosial dan hak asasi manusia seutuhnya. (*)

***

*) Penulis: Fanny Syariful Alam, Koordinator Bhinneka Nusantara Foundation Region Bandung/Program Director Bandung School Of Peace Indonesia.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.


Opini Fanny Syariful Alam
Publisher : Rizal Dani
Reaksi Anda
KOMENTAR

EKORAN

Kawal Informasi Seputar COVID-19 Secara Tepat dan Akurat

Ini merupakan sumber informasi inisiatif sukarela warganet Indonesia pro-data, terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, profesional & pemerintah.

Jumlah Kasus di Indonesia Saat Ini

1,414

+129 Positif

75

+11 Sembuh

122

+8 Meninggal
Statistik Kasus COVID-19 di Indonesia
Last update: Senin, 30 Maret 2020 - 15:50 Sumber: kawalcorona.com
Honda HRV

TIMES TV

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

Ketua DPRD Kota Malang Sumbang dan Apresiasi MBLC

23/03/2020 - 20:12

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi

Pembuatan Sarcovid, Karya Anak Bangsa Untuk Negeri Pertiwi
Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19

Wisma Atlet di Kemayoran Sudah Bisa Dioperasian sebagai RS Darurat Penanganan Covid-19
Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto

Satu Jam Mengenal Pemikiran Didik Gatot Subroto
Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

Jokowi Bagi Tips Cegah Virus Corona

iGuides

  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20
  • Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    Cari Hotel di Kota Pendidikan? iGuides: Hotel Savana Malang Recommended Lima Star
    23/05/2019 - 15:05

KOPI TIMES

  • Mewujudkan Pilkada Yang Riang Gembira
    Mewujudkan Pilkada Yang Riang Gembira
    30/03/2020 - 15:00
  • Menyuburkan Kesalehan Kekuasaan
    Menyuburkan Kesalehan Kekuasaan
    30/03/2020 - 14:34
  • Profesi Hukum di Era Corona
    Profesi Hukum di Era Corona
    30/03/2020 - 14:00
  • Tangani Corona: Sigap dan Lebih Cepat, Sebelum Ada Panik dan Terlambat!
    Tangani Corona: Sigap dan Lebih Cepat, Sebelum Ada Panik dan Terlambat!
    30/03/2020 - 11:01
  • Mudik Virtual di Era Corona
    Mudik Virtual di Era Corona
    30/03/2020 - 10:20
  • Membahasakan Corona dengan Bahasa Merakyat
    Membahasakan Corona dengan Bahasa Merakyat
    29/03/2020 - 14:47
  • Wabah Covid19 dan Pendidikan AntiKorupsi
    Wabah Covid19 dan Pendidikan AntiKorupsi
    29/03/2020 - 10:56
  • Menyikapi Wabah dengan Tawakkal dan Ikhtiar yang Benar
    Menyikapi Wabah dengan Tawakkal dan Ikhtiar yang Benar
    28/03/2020 - 15:35
  • Mulai Besok, Pulau Mentawai Mengisolasi Diri untuk Cegah Wabah Corona
    Mulai Besok, Pulau Mentawai Mengisolasi Diri untuk Cegah Wabah Corona
    30/03/2020 - 20:54
  • Terpopuler: Pangeran Charles Sembuh, Pasar Hewan di China Kembali Dibuka
    Terpopuler: Pangeran Charles Sembuh, Pasar Hewan di China Kembali Dibuka
    30/03/2020 - 20:47
  • Lionel Messi: Saya Ikhlas Gaji Dipangkas, Bahkan Hingga 70 Persen!
    Lionel Messi: Saya Ikhlas Gaji Dipangkas, Bahkan Hingga 70 Persen!
    30/03/2020 - 20:47
  • Angbeen Rishi Dinikahi Adly Fairuz dengan Mas Kawin Mobil Alphard
    Angbeen Rishi Dinikahi Adly Fairuz dengan Mas Kawin Mobil Alphard
    30/03/2020 - 20:45
  • Pasien Corona yang Kabur dari RS Lari ke Kawasan Dukuh Jakpus
    Pasien Corona yang Kabur dari RS Lari ke Kawasan Dukuh Jakpus
    30/03/2020 - 20:43
  • Bukan Cuma China, Rusia Curiga Virus Corona Senjata Biologi Amerika
    Bukan Cuma China, Rusia Curiga Virus Corona Senjata Biologi Amerika
    30/03/2020 - 16:05
  • WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Udara
    WHO Tegaskan Virus Corona Tak Menular Lewat Udara
    30/03/2020 - 06:38
  • Kesaksian Pasien COVID-19 Membaik Setelah Mengonsumsi Klorokuin
    Kesaksian Pasien COVID-19 Membaik Setelah Mengonsumsi Klorokuin
    30/03/2020 - 13:30
  • Selamat, 6 Zodiak Ini Terlahir untuk Jadi Orang Kaya dan Sukses
    Selamat, 6 Zodiak Ini Terlahir untuk Jadi Orang Kaya dan Sukses
    30/03/2020 - 08:31
  • WHO: Jangan Semprot Disinfektan ke Badan, Bahaya!
    WHO: Jangan Semprot Disinfektan ke Badan, Bahaya!
    30/03/2020 - 07:51