SMA HelloMotion Malang di KEK Singhasari, Sekolah Kreatif Berkelas Global

Di dalam kawasan KEK Singhasari, yang selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital, berdiri SMA HelloMotion Malang

Januari 20, 2026 - 12:30
SMA HelloMotion Malang di KEK Singhasari, Sekolah Kreatif Berkelas Global

MALANG Di dalam kawasan KEK Singhasari, yang selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan digital, berdiri SMA HelloMotion Malang, sekolah menengah atas yang mengusung pendekatan pendidikan kreatif dan holistik. Sekolah ini hadir sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda dengan kemampuan akademik, karakter, dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan.

SMA HelloMotion Malang dirancang bukan hanya untuk mengajarkan mata pelajaran formal, tetapi juga untuk membentuk siswa sebagai individu kreatif, adaptif, dan memiliki arah karier yang jelas. Lokasinya di dalam KEK Singhasari memberi nilai tambah berupa ekosistem belajar yang dekat dengan dunia industri dan inovasi.

Kepala Sekolah SMA HelloMotion Malang, Muhammad Badrul Munir, menjelaskan bahwa sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan pendekatan design thinking secara kreatif dan kontekstual.

“Kami tidak memisahkan antara akademik dan kreativitas. Mata pelajaran umum tetap diajarkan secara utuh, tetapi dikemas dengan pendekatan kreatif dan relevan dengan kehidupan nyata siswa,” ujar Muhammad Badrul Munir.

Kurikulum Kreatif dan Mata Pelajaran Umum yang Terintegrasi

Selain mata pelajaran khas industri kreatif, SMA HelloMotion Malang tetap menyelenggarakan mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Perbedaannya terletak pada metode pembelajaran yang mengedepankan Project Based Learning, diskusi, riset, dan praktik, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya.

Sekolah ini juga memiliki mata pelajaran Entrepreneurship yang bertujuan menumbuhkan pola pikir kewirausahaan sejak dini, serta Bimbingan Konseling (BK) yang dirancang sebagai ruang pendampingan perkembangan karakter, minat, dan kesiapan mental siswa, bukan sekadar layanan administratif.

Dalam keseharian pembelajaran, SMA HelloMotion Malang menggunakan tiga bahasa pengantar, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Bahasa Jepang menjadi bagian dari struktur kurikulum sebagai mata pelajaran pendukung global mindset siswa, sejalan dengan orientasi internasional dan program studi lanjut yang dimiliki sekolah.

Struktur Pembelajaran Bertahap dan Berbasis Proyek

Struktur kurikulum SMA HelloMotion Malang disusun bertahap sesuai jenjang pendidikan:

  • Kelas X berfokus pada pengenalan dan penguatan dasar kreativitas melalui ilustrasi, fotografi, dan desain grafis.
  • Kelas XI mengembangkan kemampuan siswa pada bidang film making, animasi, dan desain grafis lanjutan, disertai pilihan penjurusan IPA dan IPS.
  • Kelas XII diarahkan pada Final Project, di mana siswa menghasilkan karya pribadi yang orisinil, berbasis riset, dan memiliki dampak sosial maupun industri.

Seluruh proses pembelajaran dilakukan tanpa pekerjaan rumah (PR) konvensional. Proyek-proyek dikerjakan di sekolah dengan pendampingan guru agar proses belajar tetap terukur dan sehat.

“Kami ingin siswa belajar secara sadar dan mendalam. Proyek menjadi sarana belajar utama, bukan tambahan beban di luar sekolah,” jelas Muhammad Badrul Munir.

SMA-HelloMotion.jpg

Sistem Observasi dan Pendampingan Karier

SMA HelloMotion Malang juga menerapkan sistem dua kali observasi sebagai bagian dari pendekatan pendidikan personal. Observasi pertama dilakukan sebelum siswa masuk, mencakup pemetaan kemampuan, karakter, dan IQ. Observasi kedua dilakukan saat kelas XI melalui program Career Clinic, untuk membantu siswa mengenali potensi, minat, dan arah karier atau studi lanjut yang sesuai.

Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap siswa berkembang sesuai potensinya dan tidak kehilangan arah dalam proses pendidikan.

Membentuk SDM Kreatif Berdaya Saing

Dengan kurikulum yang terintegrasi, pendekatan pembelajaran berbasis proyek, serta lingkungan belajar di dalam KEK Singhasari, SMA HelloMotion Malang hadir sebagai model pendidikan menengah yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Keberadaan sekolah ini diharapkan tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter, kreativitas, dan kesiapan menghadapi dunia global.

“Pendidikan bagi kami bukan hanya soal lulus, tetapi soal menemukan jati diri dan berkontribusi bagi masyarakat,” tutup Muhammad Badrul Munir.

Bagi Generasi Z dan alpha, sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, tetapi ruang untuk menemukan jati diri dan arah masa depan. Dengan pendekatan design thinking secara kreatif, pendampingan personal, serta lingkungan belajar yang relevan dengan dunia nyata, SMA HelloMotion Malang di KEK Singhasari hadir menjawab kebutuhan tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk tumbuh, bahagia, berdaya, dan memperjelas masa depan yang mereka inginkan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow