Sota Fukushi Dianggap 'Sayap Kanan', Netizen Korea Boikot Can This Love Be Translated

Drama Can This Lobe Be Translated mendapat sambutan hangat dari penonton di seluruh dunia. Tapi, justru penolakan datang dari Korea Selatan sendiri. Kog bisa?

Januari 20, 2026 - 21:00
Sota Fukushi Dianggap 'Sayap Kanan', Netizen Korea Boikot Can This Love Be Translated

JAKARTA Drama Korea Can This Love Be Translated langsung merilis 12 episodenya. Drama yang bisa ditonton secara maraton di Netflix itu mendapat sambutan hangat dari penonton di seluruh dunia. Tapi, justru penolakan datang dari Korea Selatan sendiri. Kog bisa? Jadi netizen Korea (K-Netz) menganggap Sota Fukushi, aktor Jepang yang memerankan Hiro Kurosawa merupakan 'sayap kanan'. 

K-Netz kembali mengenang program istimewa tentang 'Pasukan Khusus Kamikaze' yang tayang di Fuji TV di tahun 2015. Acara itu untuk menandai 70 tahun berakhirnya perang. 

Pada acara spesial tersebut, Sota bilang kalau dia menghormati kakeknya yang pernah mengikuti pelatihan 'Pasukan Khusus Kamikaze'. "Saya menghormati kakek saya,dan kita ada di sini hari ini berkat mereka," ungkap Sota. 

Sebagai informasi, pasukan khusus Kamikaze adalah unit tentara pilot bunuh diri Kekaisaran Jepang pada akhir Perang Dunia II. Pilot siap mati ini menerbangkan pesawat berisi bom langsung ke kapal Sekutu dalam serangan satu arah. Tujuannya melumpuhkan dengan memaksimalkan kerusakan kapal musuh. 

Pengorbanan diri dari para tentara Kekaisaran Jepang dianggap patriotik hingga dipuja warga Jepang.

Bagi warga Jepang program TV itu sebagai penggambaran tragedi perang, tetapi di kalangan penonton Korea, program tersebut memicu reaksi yang sangat berbeda. 

Tayangan Fuji TV menuai kritik pedas dari penonton Korea Selatan. Mereka menilai acara itu hanya berfokus pada pengorbanan generasi muda dan kesedihan keluarga yang ditinggalkan, dari pada agresi dan tanggung jawab Jepang sebagai pelaku. 

Meski kakek Sota tidak menjadi bagian dari pasukan khusus Kamikaze, namun sentimen buruk sudah melekat pada netizen Korea. Mereka menilai ini adalah hal yang sensitif bagi warga Korsel. 

Karena kontroversi itu, netizen Korea mempertanyakan keputusan Sota menerima proyek drama dari Korsel.

Meski tersandung kontroversi, Sota Fukushi membuktikan aktingnya nggak main-main. Ia sukses membuat penonton ikutan sedih karena dirinya menjadi 'sad boy'.  

Sota-Fukushi.jpg

Sota Fukushi

Aktor sekaligus model asal Jepang. Cowok kelahiran 30 Mei 1993 itu dikenal karena perannya sebagai Gentaro Kisaragi dalam waralaba Kamen Rider. 

Sederet film sukses dibintanginya, seperti Koinaka, Bleach hingga As the Gods Will.

Can This Love Be Translate merupakan proyek perdananya bareng aktor Korea Selatan. Ia sangat bersemangat dengan drama romantis yang dibintangi Go Yoon Jung dan KimSeon Ho. Tampak di instagram pribadinya, tahun 2024 lalu ia mengunggah foto bareng cast lainnya untuk drama ini. 

Sota Fukushi memerankan karakter Hiro Kurosawa, aktor Jepang yang angkuh. Ia menerima tawaran proyek 'jalan-jalan' bareng Cha Mu Hee karena ingin membalas dendam. 

Namun perjalanan wisata mereka membuat Hiro jatuh cinta pada Mu Hee. Sayang cinta Hiro bertepuk sebelah tangan, karena sejak awal Mu Hee sudah menaruh hatinya pada Joo Ho Jin. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow