Tanpa Lagu, Film “Sebelum Dijemput Nenek” Pilih Teror yang Lebih Sinematik

Sutradara Fajar Martha Santosa memilih meniadakan soundtrack lagu di film “Sebelum Dijemput Nenek”. Pendekatan ini dilakukan demi nuansa sinematik yang lebih intens dan pengalaman horor yang lebih mur

Januari 14, 2026 - 23:30
Tanpa Lagu, Film “Sebelum Dijemput Nenek” Pilih Teror yang Lebih Sinematik

JAKARTA Sutradara Fajar Martha Santosa mengungkapkan keputusan berani untuk tidak menggunakan lagu sebagai lajur suara (soundtrack) yang mengiringi cerita film horor komedi terbarunya bertajuk "Sebelum Dijemput Nenek".

Keputusan tersebut diambil melalui diskusi panjang untuk memastikan penonton dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi tanpa distraksi elemen musik vokal.

"Untuk alasan yang sudah didiskusikan dengan produser juga dengan music director kami, kemudian kami sepakat untuk tidak menaruh soundtrack di dalam ini karena biar nuansanya lebih sinematik," ujar Fajar saat konferensi pers pemutaran pratayang film "Sebelum Dijemput Nenek" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Fajar menekankan bahwa pendekatan ini dipilih untuk menonjolkan elemen teknis lainnya yang telah dirancang dengan cermat sebelum dan selama 18 hari masa syuting di Sleman.

Dengan absennya lagu sebagai lajur suara film, fokus audiens diharapkan tertuju pada intensitas adegan dan detail suara yang membangun ketegangan dan komedi sekaligus.

Selain aspek teknis, Fajar menjelaskan bahwa visual film ini membawa pesan mendalam mengenai perspektif di dalam sebuah keluarga. Ia ingin mengeksplorasi gambaran-gambaran di mana setiap anggota keluarga seharusnya mampu memahami sudut pandang satu sama lain, terutama dalam menghadapi konflik internal.

"Sebenarnya kami ingin menonjolkan bagaimana perspektif seharusnya dikelola dari anggota keluarga. Artinya kalau ibu kalian marah, kemudian apakah kalian tidak mau fit on her shoes, mencoba melihat dari sudut pandangnya dia gitu," kata Fajar.

Keputusan itu juga sejalan dengan upaya tim produksi untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dan memiliki diferensiasi dibandingkan film horor lainnya.

Karakter Nenek yang memiliki pengecohan plot kuat di akhir cerita menjadi salah satu alasan mengapa sutradara lebih memilih membangun suasana yang organik dan misterius daripada menggunakan lagu yang bersifat komersial sebagai pengiring adegan.

Melalui pendekatan itu, Fajar Martha Santosa berharap penonton dapat merasakan pengalaman horor yang lebih murni dan emosional, di mana suara-suara latar adegan yang organik menjadi instrumen utama dalam menyampaikan pesan film kepada pemirsa.

Produser Rapi Films Sunil Samtani mengatakan film "Sebelum Dijemput Nenek" yang dibintangi oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian, akan mulai diputar di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow