The Housemaid: Ketika Rumah Sempurna Menjadi Penjara Paling Kejam

The Housemaid (2025) menghadirkan thriller psikologis gelap dengan akting memukau Amanda Seyfried. Adaptasi novel ini menyimpan twist cerdas meski mengalami perubahan cerita.

Januari 10, 2026 - 23:00
The Housemaid: Ketika Rumah Sempurna Menjadi Penjara Paling Kejam

JAKARTA The Housemaid (2025) hadir sebagai adaptasi novel laris karya Freida McFadden yang tetap terasa segar meski mengalami sejumlah perubahan cerita. Film thriller ini berhasil berdiri sebagai tontonan mandiri, baik bagi pembaca novelnya maupun penonton baru.

Paul Feig tampak menikmati perannya sebagai sutradara. Bersama penulis skenario Rebecca Sonnenshine, ia tahu betul bagian mana yang perlu ditonjolkan dan mana yang harus disimpan sebagai kejutan. Pengalaman Feig menggarap thriller psikologis berfokus pada karakter perempuan, seperti A Simple Favor, terasa kuat di sini.

Dari judul dan trailer, The Housemaid sekilas tampak mengikuti pola klasik tentang keluarga ideal yang retak akibat kehadiran ART baru. Namun film ini menawarkan lapisan konflik yang lebih kompleks. Alur cerita dan sinematografi membantu penonton merangkai petunjuk secara perlahan, sambil menjaga atmosfer tidak nyaman sepanjang durasi.

The-Housemaid-b.jpg

Kekuatan utama film ini terletak pada akting para pemainnya. Amanda Seyfried tampil luar biasa sebagai Nina Winchester, sosok rapuh sekaligus manipulatif yang penuh ambiguitas. Karakternya jauh lebih dalam dibanding gambaran di trailer, dan ia sukses mencuri perhatian di setiap adegan.

Brandon Sklenar memerankan Andrew Winchester dengan pesona menipu, menyembunyikan trauma dan sisi gelap yang menjadi sumber kekacauan rumah tangga. Sementara Sydney Sweeney cukup solid sebagai Millie, perempuan polos dengan perkembangan karakter yang berjalan bertahap.

Beberapa perubahan dari novel terasa berhasil, terutama dalam penggambaran penyiksaan yang dibuat lebih masuk akal dan jauh lebih kelam. Namun, sejumlah revisi lain justru mengurangi kengerian cerita, termasuk pendalaman karakter Andrew dan peran penting Enzo yang terasa dipangkas.

Absennya sosok Evelyn Winchester, ibu Andrew, menjadi kehilangan terbesar. Dalam novel, ia adalah sumber teror psikologis yang menakutkan. Versi filmnya terasa terlalu jinak dan kehilangan dampak emosional.

Meski demikian, The Housemaid tetap menjadi thriller psikologis yang menghibur dengan nuansa gelap yang konsisten. Bagi yang belum membaca novelnya, film ini justru berpotensi memberi pengalaman menonton yang lebih mengejutkan. Terlebih, penampilan Amanda Seyfried sudah cukup menjadi alasan kuat untuk menyaksik(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow