Unesa Tuan Rumah Turnamen Dirjen Dikti Cup: Wujudkan Ekosistem Catur Lewat Kompetisi Nasional

Rektor Unesa yang menjadi tuan rumah, Cak Hasan sangat mengapresiasi antusiasme dari turnamen Dirjen Dikti Cup.

November 30, 2025 - 11:30
Unesa Tuan Rumah Turnamen Dirjen Dikti Cup: Wujudkan Ekosistem Catur Lewat Kompetisi Nasional

SURABAYA Turnamen Dirjen Dikti Cup resmi dibuka pada Sabtu, 29 November 2025 di FIKK Kampus II Unesa, Lidah Wetan. Acara berlangsung sebagai rangka Dies Natalis Ke-61 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan mendukung Program Diktisaintek Berdampak, Kampus ‘Rumah Para Juara’.

Kegiatan ini dihadiri oleh dua grand master catur kebanggaan tanah air: GM Susanto Megaranto dan GM Priasmoro Novendra, serta Prof. Aditya Tri Hernowo sebagai pakar Neurosains.

Dengan nominal hadiah sebanyak 100 juta, peserta yang siap berkompetisi berjumlah 325 yang terdiri dari lima kategori: Umum (173 peserta), Mahasiswa Putra (68 peserta), Mahasiswa Putri (22 peserta), SMA Putra (40 peserta), SMA Putri (22 peserta).

Sebagai Rektor Unesa yang menjadi tuan rumah, Cak Hasan sangat mengapresiasi antusiasme dari turnamen ini. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa ekosistem catur Indonesia berpotensi terus tumbuh dan kian melaju.

"Turnamen Dirjen Dikti Cup pertama ini tidak sebatas arena kompetisi, melainkan sebagai denyut nadi ekosistem catur nasional. Tempat dimana bakat ditempa, strategi diuji, dan tempat mental juara dibangun," ujarnya.

Kompetisi dinilai penting untuk terus mendorong prestasi. Maka dari itu, turnamen ini menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan panjang olahraga catur Indonesia kedepannya.

"Dari segi kompetisi, kita patut berbangga karena tahun ini diikuti sebanyak 325 peserta dari berbagai kategori. Angka ini menunjukkan satu pesan kuat, yakni catur semakin membumi dan diminati generasi muda," ujar guru besar FIKK Unesa tersebut.

Prof. Khairul Munadi, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek menyatakan pentingnya membangun ekosistem catur dan mendorongnya di dunia kampus.

"Kita bangun ekosistem baik di kampus dalam mengembangkan komunitas catur dan berkolaborasi serta upaya edukasi terhadap masyarakat. Bertahap nanti akan semakin banyak yang paham benefit dari catur," ujarnya.

Dalam rangka pemanfaatan catur, ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi tujuan tersebut yang berdasarkan sport science.

"Bertahap semakin banyak paham benefit catur, seperti untuk mendorong anak-anak untuk bermain. Supaya kita punya generasi tangguh berpikir dan mental dengan pendekatan sport science," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow