UNISMA Bikin Sekolah Bersih, Santri Sehat Lewat Rocket Stove

Mahasiswa Unisma yang tergabung dalam kelompok 28 Kandidat Sarjana Mengabdi melaksanakan program kerja Rocket Stove. Proker tentang pengolahan sampah itu untuk membuat sekolah lebih bersih dan sehat 

Agustus 30, 2025 - 10:30
UNISMA Bikin Sekolah Bersih, Santri Sehat Lewat Rocket Stove

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Unisma yang tergabung dalam kelompok 28 Kandidat Sarjana Mengabdi melaksanakan program kerja Rocket Stove. Proker tentang pengolahan sampah itu untuk membuat sekolah lebih bersih dan sehat.

Permasalahan sampah plastik masih menjadi isu lingkungan yang cukup mengkhawatirkan di Dusun Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Salah satu sumber timbulan sampah yang cukup dominan berasal dari lingkungan sekolah, termasuk Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPQ Roudlotush Shibyan) yang ada di desa tersebut.

Sampah plastik seperti bungkus makanan ringan, botol minuman, dan kantong plastik seringkali menumpuk dan dibakar secara terbuka, menimbulkan asap berbahaya bagi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-T) Kelompok 28 Universitas Islam Malang (UNISMA) hadir dengan membawa inovasi sederhana namun bermanfaat. Melalui program bertema “Sekolah Bersih, Santri Sehat: Rocket Stove sebagai Solusi Sampah Ramah Lingkungan dan Minim Asap”, para mahasiswa memperkenalkan teknologi tepat guna berupa Rocket Stove, yaitu tungku hemat energi yang dirancang untuk membakar sampah organik dan plastik non-daun secara lebih efisien dan aman.

Rocket Stove adalah sebuah tungku sederhana yang dirancang untuk pembakaran bahan bakar (seperti kayu, ranting, atau sampah organik) secara efisien. Awalnya, alat ini dibuat untuk kegiatan memasak yang hemat energi dan minim asap, namun kini juga dikembangkan sebagai alat alternatif untuk membakar sampah, terutama sampah plastik non-daun dan organik ringan dalam jumlah kecil.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dalam proses pembuatan Rocket Stove ini mulai dilaksanakan tanggal 21 sampai 23 Agustus 2025. Para mahasiswa tidak hanya merancang dan memasang alat tersebut di area TPQ, tetapi juga melakukan sosialisasi mengenai cara kerja pengelolaan sampah dengan rocket stove. Anak – anak dalam lingkungan sekitar TPQ juga diajak untuk memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta bagaimana sampah yang menumpuk dapat berdampak pada kesehatan jika tidak di kelola dengan baik.

Dalam pembuatan Rocket Stove dilakukan oleh semua anggota kelompok 28 dengan bantuan dari Bapak RT 04 yang bernama Bapak Si’i. Kerja sama ini mencerminkan bahwa kepedulian lingkungan lahir dari kolaborasi, bukan hanya dari satu pihak, melainkan hadir dari seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Pengurus TPQ, Bapak Rowi, menyampaikan apresiasinya atas program tersebut. “kami merasa sangat terbantu dengan adanya Rocket Stove. Lingkungan di sekitar TPQ menjadi lebih bersih, udara nya lebih asri dikarenakan tidak ada asap pembakaran yang terlalu banyak dan anak-anak lebih paham cara mengelola sampah dengan baik. Ini juga bukan hanya program sementara, namun juga memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat lingkungan sekitar TPQ,” ungkapnya.

salah satu anggota KSM-T Kelompok 28, Binuril Ilmi, menceritakan awal mula gagasan ini muncul. “Saat melakukan survei pertama di lokasi pengabdian, kami melihat langsung bagaimana masyarakat masih menggunakan tungku tradisional di pinggir jalan yang kurang efisien dan menghasilkan banyak asap. Dari situ, kami mulai berdiskusi dan mengusulkan ide pembuatan Rocket Stove. Gagasan ini muncul karena kami merasa bahwa hasil yang kami lihat di lapangan menunjukkan adanya kebutuhan untuk solusi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Rocket Stove ini menjadi alternatif yang tidak hanya lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, tetapi juga mengurangi risiko kesehatan akibat asap” Ungkap Binuril.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dan warga sekitar TPQ memberikan tanggapan positif terhadap Rocket Stove yang dibuat oleh mahasiswa KSM-T UNISMA. “Ibu Siti, salah satu warga, mengaku bahwa sejak alat ini digunakan, asap dari pembakaran sampah menjadi lebih sedikit dan tidak lagi mengganggu anak-anak yang mengaji di TPQ.

Menurutnya, lingkungan sekarang terasa lebih bersih dan nyaman untuk kegiatan belajar,Selain mengurangi polusi asap, warga juga melihat manfaat lain seperti berkurangnya sampah menumpuk di sekitar TPQ karena pembakaran kini dilakukan lebih teratur. Ibu Siti berharap alat ini dapat digunakan secara berkelanjutan dan ada pendampingan agar warga juga bisa mengoperasikannya dengan benar. Warga pun mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar” Ungkapnya.

Melalui program ini, kami berharap bahwa semakin masyarakat yang semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Rocket Stove diharapkan tidak hanya menjadi ide di TPQ saja, namun juga dapat menjadi inspirasi dalam penerapan cara yang serupa dalam pengelolaan sampah yang meminimalkan asap agar tidak menimbulkan polusi udara.

Program ini membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan kerja sama, inovasi, dan kesadaran, lingkungan sehat bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 28 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow