PPKG UNS Apresiasi Kehadiran Dua Posyandu SPM Plus di Surakarta
Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengapresiasi kehadiran dua posyandu SPM Plus di Kelurahan Pajang dan…

TIMESINDONESIA, SOLO – Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender (PPKG), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengapresiasi kehadiran dua posyandu SPM Plus di Kelurahan Pajang dan Kelurahan Kerten, Kota Surakarta.
Kehadiran fasilitas yang diresmikan pada 9 Agustus 2025 ini menjadi bagian dari program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menggabungkan berbagai jenis layanan kesehatan dan sosial di tingkat RW.
Salah satu dosen PPKG UNS, Chatarina Heny S.Sos., M.Si., yang hadir dalam peresmian Posyandu RW 10 Mawar Pajang, menyampaikan dukungan sekaligus harapannya.
“Saya berharap Posyandu Lansia ini menjadi wadah yang efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan dan sosial kepada lansia, serta pusat informasi dan edukasi tentang kesehatan. Dengan adanya Posyandu Lansia, para lansia diharapkan dapat hidup lebih sehat, bahagia, dan produktif. Ke depan, PPKG UNS siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan ini,” ujarnya.
Posyandu SPM Plus RW X Kelurahan Pajang, misalnya, menawarkan layanan rutin berupa pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah, asam urat, hingga pengobatan dasar.
Baguswono, kader Posyandu Lansia Mawar, mengatakan, keberadaan posyandu menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama kelompok lanjut usia.
“Manfaat posyandu selaras dengan semboyan kami, yaitu lansia bahagia, hidup sehat, dan sejahtera,” ujarnya. Ia menambahkan, posyandu setempat juga bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan RS Panti Waluyo untuk memperkuat layanan.
Sementara itu, Posyandu 6 SPM Plus RW XIII Kelurahan Kerten hadir dengan konsep serupa. Kader posyandu setempat, Mamik, menjelaskan bahwa ILP tidak hanya menggabungkan layanan kesehatan balita dan lansia, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, hingga ketenteraman dan ketertiban.
“Harapannya, posyandu bisa menjadi tempat warga menyampaikan keluhan tanpa harus langsung ke lembaga lain. Segala kebutuhan dasar bisa mulai ditangani di sini,” kata Mamik.
Dengan hadirnya dua posyandu SPM Plus ini, masyarakat di tingkat RW diharapkan memiliki akses lebih mudah terhadap layanan primer yang terintegrasi, mulai dari kesehatan hingga urusan sosial. (*)
Apa Reaksi Anda?






