Alma Keinarra Rahmadiandra Hadirkan Koleksi “Daphne: From My Bedtime Stories to Yours” di Malang Fashion Week

Alma Keinarra Rahmadiandra, desainer cilik berusia 9 tahun asal Bandung, berhasil mencuri perhatian dalam ajang Malang Fashion Week (MFW) 2025 yang digelar pada awal November lalu.

Januari 13, 2026 - 15:30
Alma Keinarra Rahmadiandra Hadirkan Koleksi “Daphne: From My Bedtime Stories to Yours” di Malang Fashion Week

JAKARTA Alma Keinarra Rahmadiandra, desainer cilik berusia 9 tahun asal Bandung, berhasil mencuri perhatian dalam ajang Malang Fashion Week (MFW) 2025 yang digelar pada awal November lalu. Siswi SD Taruna Bakti Bandung ini menampilkan koleksi ready to wear bertajuk "Daphne: From My Bedtime Stories to Yours".

Kesempatan emas ini diperoleh Alma melalui Olle Independent School (OIS) dan Olle Management, lembaga yang telah menaunginya sebagai model cilik sejak 2023. Partisipasinya di MFW 2025 menjadi pencapaian istimewa, mengingat Alma harus merancang enam koleksi busana untuk wanita dewasa—sebuah tantangan baru yang berbeda dari pengalamannya sebelumnya dalam mendesain busana anak.

"Awalnya saya nervous karena ini untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak seperti biasanya. Tapi Mama selalu support dan bilang kalau saya pasti bisa," ungkap Alma saat ditemui usai show di venue MFW 2025.

Proses kreatif Alma dimulai sejak awal Oktober 2025, setelah karyanya dinyatakan lulus kurasi. Selama sebulan pertama, ia merancang desain secara bertahap, satu per satu setiap minggunya, dengan bimbingan intensif dari mentor di Olle Independent School.

Koleksi "Daphne" terinspirasi dari cerita pengantar tidur yang sering diceritakan ibunya, Rima Yulia Effriyanti. Nama Daphne diambil dari bunga-bunga kecil yang tumbuh di hutan Inggris, melambangkan kehangatan, kelembutan, dan imajinasi masa kanak-kanak.

"Setiap malam, Mama sering ceritakan dongeng sebelum saya tidur. Dari situ saya bayangkan bagaimana kalau cerita-cerita itu jadi baju yang bisa dipakai," tutur Alma menjelaskan konsep di balik koleksinya.

Dari segi teknis, Alma memilih material katun sebagai dasar yang dikombinasikan dengan twill, drill, dan woolpeach untuk menciptakan siluet yang jatuh dan menjuntai. Sebagai sentuhan khas, ia menambahkan detail makramé—teknik yang telah dipelajarinya sebelumnya di OIS. Palet warna koleksi didominasi nuansa hangat seperti grassi krem, brown chyna, dan cokelat bata, mencerminkan kehangatan cerita pengantar tidur.

Adi Santosa Maliki, ayah Alma, mengakui bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam perjalanan anaknya. "Kami tidak memaksakan. Alma sendiri yang punya passion di bidang ini. Kami hanya memastikan dia tetap fokus pada pendidikan dan menikmati prosesnya," kata Adi.

Sebelum tampil di MFW 2025, Alma telah mengikuti kelas dasar fashion design di Olle Independent School sejak 2024. Pengalaman berharga lainnya adalah partisipasinya dalam Jogja Fashion Parade pada Maret 2025, di mana ia membawakan tiga koleksi hasil kolaborasi dengan desainer lain.

Melalui koleksi "Daphne", Alma berharap dapat terus berkembang di industri mode. "Saya ingin ikut lebih banyak fashion show besar, dan nanti kalau besar saya mau jadi desainer terkenal. Tapi saya juga mau jadi YouTuber, ballerina, dan dokter," ujarnya antusias. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow