Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Produktif Dengan USG Ginekologi dan Pap Smear di UNISMA

Beberapa Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang yang terdiri dari Dr. dr. Shinta Kusumawati, dr. Rima Zakiyah, Sp.Rad, dr. Aris Rosidah, M.Biomed, Sp.PA dan dr. Rizki Anisa, M.Med Ed bersa

Januari 19, 2026 - 14:00
Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Produktif Dengan USG Ginekologi dan Pap Smear di UNISMA

MALANG Beberapa Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang yang terdiri dari Dr. dr. Shinta Kusumawati, dr. Rima Zakiyah, Sp.Rad, dr. Aris Rosidah, M.Biomed, Sp.PA dan dr. Rizki Anisa, M.Med Ed bersama beberapa mahasiswa FK Unisma melakukan pengabdian sebagai bentuk tugas Tridarma Perguruan Tinggi dan bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi wanita dengan mengadakan program pengabdian deteksi dini kanker serviks di lingkungan Universitas Islam Malang. Di mana dana pengabdian ini berasal dari hibah institusi Unisma (HIma) No: 023/O111/U.LPPM/K/J.15/I/2025 untuk meningkatkan produktifitas para dosen dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (tahun 2021) disebutkan bahwa angka kejadian kanker di Indonesia berada pada urutan ke 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Mayoritas kejadian kanker leher rahim ditemukan pada usia 35–64 tahun, sehingga program skrining direkomendasikan bagi perempuan usia 20–74 tahun. Upaya Pemerintah dalam menanggulangi penyakit mematikan ini diantaranya vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker leher rahim (serviks), namun belum memungkinkan untuk diberikan kepada semua perempuan secara gratis.  Peningkatan upaya penanganan kanker serviks, terutama dalam bidang pencegahan dan deteksi dini kanker serviks sangat diperlukan meningkatkan keberhasilan pengobatan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Rangkaian pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu: (1) Skrining risiko kanker serviks peserta untuk mengetahui tingkatan risiko masing-masing peserta sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan; (2) penyuluhan kesehatan yang berfokus pada edukasi komprehensif mengenai kanker serviks; serta (3) Pemeriksaan kesehatan, yang meliputi Pap smear sebagai deteksi dini lesi pra-kanker dan USG ginekologi sesuai indikasi untuk mengevaluasi kondisi organ reproduksi. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan serta dosen dan karyawan perempuan di Universitas Islam Malang usia 20-74 tahun sebagai target sasaran program.

Berdasarkan skrining dari kuisioner didapatkan sekitar 76,5% beresiko tinggi, sedangkan setelah dilakukan pemeriksaan USG ginoklogi didapatkan hasil normal 88,2%, dan abnormal 11,8%  yang didukung dengan  hasil pap smear adanya tanda inflamasi, Atrophic Smear, serta 1 responden dengan hasil ASCUS (Atypical Squamous Cells of Undetermined Significance) Class II. Tingginya proporsi peserta dengan kategori risiko tinggi (76,5%) serta hasil USG yang abnormal pada sebagian peserta menunjukkan pentingnya deteksi dini dalam mengidentifikasi gangguan kesehatan reproduksi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Hal ini diperkuat dengan hasil Pap smear yang menunjukkan sebagian besar peserta mengalami inflamasi serviks (Class II), adanya temuan ASCUS pada satu peserta, serta hasil atrophic smear pada peserta usia lanjut, yang mengindikasikan perlunya pemantauan dan tindak lanjut sesuai rekomendasi . Dengan adanya pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran para wanita usia produktif untuk senantiasi rutin melakukan deteksi dini kanker serviks sebagai upaya pencegahan  dan menurunkan angka morbiditas (kesakitan ) dan mortalitas (kematian) akibat kanker serviks, sehingga terwujud Wanita Indonesia yang sehat dan produktif.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow