Kementan Gandeng Denmark Gelar ToT Pelatihan Susu Organik
Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan SSC Project serta mitra dari Denmark menggelar misi Training of Trainers (ToT) produksi susu organik
MALANG Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa “merajut kerja sama dalam sektor pertanian adalah investasi strategis bagi masa depan pangan Indonesia.”
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan SSC Project serta mitra dari Denmark menggelar misi Training of Trainers (ToT) produksi susu organik pada 12–16 Januari 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan dosen dan pelatih dari BBPP Batu, Polbangtan Malang, Polbangtan Bogor, BBPTUHPT Baturraden, dan BBPKH Cinagara, serta dilaksanakan di sejumlah lokasi pelatihan peternakan, termasuk BBPP Batu, Jawa Timur.
Program ToT ini untuk meningkatkan kapasitas dosen dan pelatih di lingkungan Kementan agar mampu mengajarkan praktik produksi susu organik secara profesional dan berkelanjutan. Para dosen dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak petani, penyuluh, dan tenaga peternakan masa depan yang adaptif terhadap pertanian ramah lingkungan dan tuntutan global.
Misi ini merupakan tindak lanjut kerja sama Kementan dan SSC Project yang telah dimulai sejak 2025. Fokus pelatihan mencakup prinsip pertanian organik, standar produksi susu organik, biosekuriti, kesehatan hewan, manajemen pakan, produksi hijauan, serta pengelolaan tanah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 6729:2025 Sistem Pertanian Organik).
Pelatihan dilaksanakan secara terpadu melalui pembelajaran di kelas, praktik lapangan, serta kunjungan ke peternakan susu organik. Peserta diajak melihat langsung penerapan standar operasional di koperasi dan peternak, termasuk di KPSP Setia Kawan, guna memahami tantangan sekaligus peluang pengembangan susu organik di lapangan.
Kegiatan ini juga menghadirkan pakar peternakan dan pertanian organik dari Denmark serta perwakilan Kedutaan Besar Denmark. Melalui misi ini, Kementerian Pertanian berharap dapat memperkuat kurikulum pelatihan peternakan, khususnya produksi susu organik, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang berdaya saing, berwawasan lingkungan, dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. (*)
Apa Reaksi Anda?