Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Magister Peternakan UNISMA pada Kelompok Peternak Sapi Perah

Program Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Magister Peternakan UNISMA

Januari 2, 2026 - 13:30
Pengabdian Masyarakat Mahasiswa Magister Peternakan UNISMA pada Kelompok Peternak Sapi Perah

MALANG Program Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Magister Peternakan UNISMA merupakan salah satu program Pendidikan wajib yang harus dilaksanakan oleh Mahasiswa Magister yang diberi nama Kandidat Magister Mengabdi (KMM). Tujuan dari adanya kegiatan Kandidat Magister Mengabdi (KMM) ini Adalah Sebagai Implementasi Ilmu Magister dengan keahlian magister secara praktis untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan potensi Masyarakat, selain itu adalah untuk meningkatkan soft skill dan kapasitas dari Mahasiswa Peternakan UNISMA yang mampu berinovasi serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan Magister Mengabdi ini juga merupakan bentuk komitmen dari UNISMA dalam memberikan pengabdian secara nyata yang langsung bersinggungan dengan masyarakat dengan berbasis ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan.

Mahasiswa Magister Peternakan UNISMA (Desy Purnama Sari) bertindak sebagai narasumber yang melakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada Kelompok Ternak Sapi Perah yang berada di Bawah Naungan KAN (Koperasi Agro Niaga) Jabung di Desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yaitu penyuluhan terkait dengan Prosedur Pembuatan Pakan Ternak Silase. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2025 dihadiri oleh sebanyak 45 anggota peternak sapi perah, pengawas kelompok ternak sapi perah Bapak Faul, pihak pendamping dari KAN Jabung yaitu bagian produksi susu, kemudian juga dari pihak sapronak serta beberapa tim dari pelayanan anggota dari Koperasi Agro Niaga Jabung.

Kegiatan berjalan dengan lancar, interaktif dan dinamis. Semua Anggota yang hadir cukup antusias dan tertarik pada program penyuluhan yang dilakukan oleh Mahasiswa Magister Peternakan UNISMA. Beberapa peternak juga melakukan tanya jawab terkait dengan apa yang telah disampaikan, karena seperti disampaikan oleh Pengawas Kelompok Ternak Sapi perah di KAN Jabung Desa Sidomulyo bahwa pengetahuan dan praktek terkait pembuatan pakan ternak silase masih awam dan jarang dilakukan oleh peternak sapi perah di Desa Gunung kunci dan Sidomulyo Jabung.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

penyuluhan.jpg

Kegiatan pengabdian masyarakat program Magister Peternakan ini dilaksanakan tidak hanya dengan memberikan penyuluhan terkait prosedur pembuatan pakan ternak silase saja namun juga Desy Purnama Sari sebagai mahasiswa yang melaksanakan program Kandidat Magister Mengabdi juga memberikan praktek praktis dan contoh nyata pembuatan pakan ternak silase sebagai alternatif pengawetan pakan yang difermentasi namun tanpa mengurangi nutrisi dari hijauan yang diolah tersebut.

Pakan silase dimanfaatkan oleh peternak sebagai cadangan makanan di sepanjang musim terutama saat musim kemarau dimana hijauan cukup sulit untuk didapatkan, maka dari itu peternak perlu untuk mempertimbangkan pengawetan pakan sesuai dengan kebutuhan dengan nutrisi pakan yang tetap terjaga. Pakan Silase dapat disimpan sampai dengan 8 bulan asalkan kondisinya tetap terjaga yaitu disimpan dalam kondisi anaerob (tidak ada udara). Pakan silase kondisinya tetap terjaga baik terutama dilihat dari kualitas pakan tersebut, yaitu pakan silase tidak beracun yang ditandai dengan silase yang berlendir dan berjamur, kondisi silase hijauan yang berbau harum sedikit asam khas probiotik,bukan berbau busuk, kemudian warna silase hijau kekuningan, coklat muda sampai kuning keemasan.

Pengabdian masyarakat berlanjut dengan pemberian contoh atau praktek kegiatan pembuatan pakan silase secara runtut sesuai dengan prosedur. Persiapan awal dengan menyiapkan bahan dan hijauan yang dapat digunakan untuk pembuatan silase seperti tebon jagung, kemudian bekatul atau pakan konsentrat, molases atau larutan gula, EM -4 (Probiotik). Hijauan yang digunakan untuk pembuata silase kemudian dichopper terlebih dahulu dengan panjang 3 – 5 cm dan diangin – anginkan terlebih dahulu selama kurang lebih 24 jam untuk menghilangkan kadar air dalam hijauan yang terlalu tinggi, setelah itu hijauan yang telah dichopper kemudian diberi molases dan EM – 4 yang telah dilarutkan dalam air.

Pemberiannya secukupnya dengan cara disemprotkan pada rumput yang telah dicacah secara merata. Komposisi EM -4 sebanyak 1 % dan molases 3% kemudian diencerkan dengan air 500 ml. Karena konsep pembuatan paka ternak silase ini adalah fermentasi bakteri asam laktat, maka dalam pengawetannya harus kedap udara agar pakan tidak busuk. Pakan silase yang sudah dibuat dapat disimpan dalam drum atau silo yang kedap udara, kemudian simpan selama 14 – 21 hari selama proses fermentasi baru dapat dilihat hasilnya dan diberikan pada ternak. Proses ensilase yang benar adalah jika silase dalam silo dapat bertahan 1- 2 tahun, bahkan lebih. Silo tidak diperkenankan dibuka terlalu sering untuk mengambil silase, agar silase tidak mudah rusak dan berjamur.  Apabila silase sudah dibuka sebaiknya segera diberikan pada ternak maksimal 3 hari. Pakan silase yang baik sudah tentu dapat bermanfaat untuk meningkatkan produksi susu segar pada ternak sapi perah karena kadar serat kasar dan protein yang tinggi dalam pakan ternak silase.

Program ini diharapkan oleh peternak di Desa Sidomulyo KAN Jabung dapat terus berjalan dan selalu berkesinambungan dengan Mahasiswa UNISMA terutama Fakultas Peternakan. Pengabdian masyarakat dapat berbentuk praktek maupun penyuluhan dengan tema yang lebih beragam sehingga dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi peternak dalam mengembangkan peternakannya. Mahasiswa juga mampu menyelaraskan antara ilmu yang telah diperoleh di kampus dengan pengaplikasiannya dalam masyarakat khususnya para peternak.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah pula bahwa peternakan sebagai ketahanan pangan yang penting secara Nasional, sehingga sektor Peternakan sangat penting untuk mendapatkan perhatian. Program ini akan menjadi pembelajaran sekaligus latihan untuk mahasiswa dalam terlibat erjasama dan berperan aktif ke masyarakat untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh setelah lulus menjadi Magister Peternakan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Desy Purnama Sari, Mahasiswa KMM Magister Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow