Pesona Reog Ponorogo Sajian SDN 03 Kalibaru Kulon Warnai Karnaval Kebudayaan di Banyuwangi
Ekspresi kegembiraan pecah di tengah puluhan ribu masyarakat saat karnaval kebudayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, pada Sabtu (30/8/2025).

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ekspresi kegembiraan pecah di tengah puluhan ribu masyarakat saat karnaval kebudayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, pada Sabtu (30/8/2025). Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan ratusan siswa SDN 03 Kalibaru Kulon yang membawakan atraksi budaya Reog Ponorogo.
Karnaval kebudayaan yang digelar Pemerintah Kecamatan Kalibaru ini memang menjadi agenda tahunan yang selalu ditunggu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, suguhan pesona Adat Nusantara tetap menjadi daya tarik utama.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SDN 03 Kalibaru Kulon menurunkan 110 siswanya untuk menampilkan tema “Budaya Nusantara Reog Ponorogo”.
Kepala Sekolah SDN 03 Kalibaru Kulon, Satuni, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan tema ini sekaligus untuk mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya.
Menurut Satuni, pemilihan tema Reog Ponorogo karena kesenian pertunjukan tersebut telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBtB) oleh UNESCO pada sidang komite ICH UNESCO ke-19 di Paraguay, 3 Desember 2024 lalu.
“Reog Ponorogo masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak (In Need of Urgent Safeguarding),” kata Satuni, Sabtu (30/8/2025).
Dikatakan Satuni, kekuatan yang masih sangat perlu untuk dilestarikan saat ini memang kebudayaan, karena menjadi bagian kunci kemerdekaan yang harus terus dilestarikan.
“Maka melalui cara inilah kami berupaya untuk menyuguhkan satu edukasi terhadap anak didik, wali murid serta seluruh masyarakat. Ini adalah satu simbol ajakan kepada kitq semua untuk terus menjaga dan merawat kekayaan kita sebagai bangsa.” Tegasnya.
Sejak dilepas dari garis start hingga mencapai finis, kontingen SDN 03 Kalibaru Kulon selalu disambut sorak gemuruh dan tepuk tangan meriah dari penonton di sepanjang jalur karnaval. Penampilan mereka dianggap berhasil menghadirkan kebanggaan atas budaya lokal sekaligus semangat kemerdekaan.
“Ini merupakan momen dimana membangun satu spirit kecintaan atas kemerdekaan negara bagi anak-anak didik beserta orang tua.” Terang Kholid salah satu warga pemerhati kebudayaan yang saat itu menonton sajian atraksi peserta didik SDN 03 Kalibaru Kulon.
Dengan semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan siswa-siswi SDN 03 Kalibaru Kulon, karnaval kemerdekaan tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna tentang pentingnya merawat jati diri bangsa. (*)
Apa Reaksi Anda?






