RSUD Bangil Lengkapi Alat Screening Kanker Payudara, Berkat Dana Cukai
....
PASURUAN Perkembangan teknologi kesehatan mendorong RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan, untuk terus berbenah. Pada 2025, rumah sakit ini memperkuat pelayanan dengan renovasi Instalasi Laboratorium Terpadu serta pengadaan berbagai alat kesehatan dan alat kedokteran modern. Seluruh pengembangan tersebut didukung oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025.
Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes melalui dr. Darmi Sapti Kurniawati menjelaskan bahwa rumah sakit tengah fokus meningkatkan mutu layanan. “Seiring kemajuan teknologi kesehatan, kami memanfaatkan dana cukai untuk pengadaan alat kedokteran dan peningkatan fasilitas,” ujarnya.
Sejumlah alkes baru yang telah dioperasikan antara lain unit suction, infant warmer, patient monitor, tempat tidur elektrik ruang intensif, syringe pump, stretcher IGD, dental care unit, peralatan bedah craniotomi dan histerektomi, BOR bedah tulang, ABUS (Automated Breast Ultrasound), instrumen bedah tulang belakang, hingga bone densitometry.
Dari berbagai alat tersebut, ABUS menjadi salah satu yang paling krusial. Teknologi pencitraan 3D ini membantu mendeteksi kanker payudara pada jaringan payudara padat—kasus yang kerap terlambat ditemukan. Sebelum 2025, tercatat lebih dari 65 ribu kasus kanker payudara di Indonesia, menjadikannya kanker dengan jumlah penderita tertinggi pada perempuan.
“ABUS sangat membantu dokter dalam menghasilkan gambar yang lebih jelas dan akurat, sehingga deteksi dini kanker bisa dilakukan lebih optimal,” kata dr. Darmi.
Dengan dukungan DBHCHT, RSUD Bangil terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di Pasuruan. Transformasi fasilitas dan layanan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan deteksi dini penyakit. (*)
Apa Reaksi Anda?