SMA An-Nur Bululawang Kawal Pencairan PIP untuk 338 Siswa agar Tepat Sasaran

Aula SMA An-Nur Bululawang Malang dipenuhi aura kebahagiaan, Rabu (7/1/2026). Sebanyak 338 siswa berkumpul dengan wajah berseri-seri mengikuti sosialisasi pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP)

Januari 8, 2026 - 10:00
SMA An-Nur Bululawang Kawal Pencairan PIP untuk 338 Siswa agar Tepat Sasaran

MALANG Aula SMA An-Nur Bululawang Malang dipenuhi aura kebahagiaan, Rabu (7/1/2026). Sebanyak 338 siswa berkumpul dengan wajah berseri-seri mengikuti sosialisasi pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Sekolah mengumpulkan anak-anak untuk diberikan pendampingan khusus. Mengingat SMA An-Nur berbasis Pondok Pesantren, sosialisasi ini ditujukan langsung kepada siswa, bukan wali murid, untuk melatih kemandirian sekaligus menanamkan tanggung jawab. ​

Kepala SMA An-Nur Bululawang, Moh. Hasyim, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan komitmen transparansi sekolah. Ia menjamin bahwa dana bantuan pemerintah ini akan diterima utuh oleh siswa tanpa ada pungutan liar sedikitpun. ​

SMA-An-Nur-Malang.jpg

"Sekolah tidak memotong biaya apapun. Kami dampingi proses pembuatan rekening hingga pencairan agar lancar. Hak kalian kami berikan seratus persen," tegas Hasyim di hadapan ratusan siswa. ​

Namun, Hasyim juga 'wanti-wanti' keras kepada para penerima PIP. Sosialisasi ini digelar justru untuk mencegah penyalahgunaan dana. Sekolah khawatir, jika tidak dibimbing, dana yang cair bisa saja digunakan untuk hal konsumtif tanpa sepengetahuan orang tua, atau istilahnya 'ditilep' untuk jajan semata. ​

"Tujuannya agar anak-anak bijak. Jangan sampai uang cair, tapi orang tua tidak tahu, lalu uangnya habis tidak jelas. Dana ini harus digunakan untuk keperluan sekolah, meringankan beban orang tua, atau membayar kewajiban di sekolah," tambahnya. ​

siswi-An-Nur-Malang.jpg

Diketahui, 338 siswa penerima manfaat ini berasal dari tiga jalur pengusulan yang berbeda. Yakni jalur reguler (KIP berkesinambungan), usulan Cabang Dinas Pendidikan, hingga jalur aspirasi DPR RI. ​Suasana sosialisasi pun berlangsung hangat dan penuh syukur. Bagi anak-anak yang hidup jauh dari orang tua, bantuan ini dirasa seperti angin segar. Mereka merasa bisa sedikit "bernapas" lega dan bangga bisa membantu meringankan biaya pendidikan orang tua mereka tanpa harus bekerja.

Para siswa pun dibimbing satu per satu mengenai teknis pemberkasan ke bank penyalur agar tidak terjadi kesalahan administrasi. Langkah proaktif SMA An-Nur Bululawang ini menjadi bukti bahwa pengelolaan bantuan pendidikan di lingkungan pesantren bisa berjalan transparan, akuntabel, dan tepat guna. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow