UMBY Gelar ICOP 2025, Bahas Kesehatan Mental Berbasis Budaya di Era AI

Fakultas Psikologi UMBY gelar ICOP 2025 daring, 16–17 Des. Mengangkat redefinisi kesehatan mental berperspektif budaya, memadukan AI dan neurosains; bagian Dies 39 dan Road to HIMPSI XV, wadah kolabor

Januari 8, 2026 - 18:30
UMBY Gelar ICOP 2025, Bahas Kesehatan Mental Berbasis Budaya di Era AI

YOGYAKARTA Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar 3rd International Conference of Psychology (ICOP) 2025 secara daring pada 16–17 Desember 2025.

Konferensi internasional ini menjadi ruang dialog strategis bagi akademisi dan praktisi global dalam merespons tantangan kesehatan mental dengan pendekatan budaya dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Mengangkat tema “Redefining Mental Health in Cultural Perspective: Navigating AI, Neuroscience and Human Potential”, ICOP 2025 diselenggarakan tidak hanya sebagai bagian dari Dies Natalis ke-39 UMBY, tetapi juga masuk dalam rangkaian Road to Congress HIMPSI XV – HIMPSI Congress 2026. Forum ini dirancang sebagai wadah awal konsolidasi pemikiran psikolog Indonesia menjelang kongres nasional mendatang.

Dekan Fakultas Psikologi UMBY, Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, menegaskan bahwa penyelenggaraan ICOP 2025 mencerminkan komitmen UMBY dalam mengembangkan psikologi yang kontekstual dan adaptif.

“Kami ingin berkontribusi dalam penguatan jejaring akademik dan profesional, baik nasional maupun internasional, terutama di tengah percepatan perkembangan teknologi,” ujar Reny, Kamis (8/12026)

Konferensi ini menghadirkan enam pakar dari berbagai negara, di antaranya Prof. Claudi L. Bockting (University of Amsterdam, Belanda), Dr. Helena Granziera (UNSW, Australia), Prof. Dr. Sanjay Kumar (University of Allahabad, India), Prof. Ike Ernest Onyishi (University of Nigeria, Nsukka, Nigeria), Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, serta Ranni Merli Safitri, S.T., M.Si., Ph.D dari Fakultas Psikologi UMBY.

Kolaborasi Lintas Negara dan Luaran Akademik

Ketua Umum HIMPSI, Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog, yang hadir sebagai pembicara kunci, menekankan pentingnya kerja sama global dalam menghadapi krisis kesehatan mental.

ICOP-2025-UMBY-2.jpg

“Psikolog perlu memperkuat aksi kolektif agar respons terhadap isu kesehatan mental lebih efektif, sekaligus menyiapkan profesional masa depan yang memiliki kompetensi lintas budaya dan kesadaran etis,” tegasnya.

Sejumlah pembicara juga menyoroti isu spesifik, mulai dari pentingnya standar etika dalam intervensi digital, peran budaya sebagai faktor pelindung dan risiko kesehatan mental, kesejahteraan guru, hingga psychological safety di lingkungan kerja. Dari perspektif UMBY, Ranni Merli Safitri menekankan perlunya pendekatan integratif.

“Asesmen karier dan dukungan kesehatan mental perlu diintegrasikan melalui alat psikometrik dan teknologi berbasis AI agar membantu remaja dan dewasa muda mengambil keputusan karier yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua Panitia ICOP 2025, Dewi Soerna Anggraeni, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa konferensi ini diikuti lebih dari 300 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi psikologi. ICOP 2025 juga bekerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia dan National Academy of Psychology India.

“Kami memposisikan ICOP 2025 bukan hanya sebagai konferensi akademik, tetapi juga ruang awal konsolidasi gagasan menjelang Konferensi HIMPSI 2026,” ujar Dewi.

Selain sesi pleno, peserta mengikuti 10 ruang presentasi ilmiah yang menghasilkan Best Presenter di masing-masing sesi. Konferensi ini juga menargetkan luaran akademik berupa prosiding internasional yang diharapkan menjadi rujukan global dalam pengembangan ilmu psikologi, khususnya terkait kesehatan mental, budaya, dan teknologi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow