Penelitian UNISMA, Kenalkan Potensi Daun Salam Sebagai Antibiotika Alami
Dana bantuan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UNISMA (HiMa) diluncurkan kepada dosen UNISMA untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di UNISMA.
MALANG Dana bantuan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UNISMA (HiMa) diluncurkan kepada dosen UNISMA untuk mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian di UNISMA. Hibah ini tidak hanya berfungsi sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap dosen yang berkomitmen menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Dr. dr. Dini Sri Damayanti, Mkes dan Apt. Anita Puspa W, S.FARM., Mfarm adalah salah satu tim dosen yang mendapatkan dana bantuan HiMa Penelitian di tahun anggaran 2025 untuk judul dari penelitian yang telah dilakukan adalah “Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Salam (Sizygium polyanthum) Untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri S.aureus dan E.col. Sebagaimana diketahui daun salam (Syzygium polyanthum) dikenal sebagai rempah tradisional Indonesia yang kaya manfaat kesehatan.
Selain digunakan sebagai bumbu masakan, tanaman ini juga mempunyai efek farmaologis. Daun salam memiliki aktivitas antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Kandungan senyawa fenol berperan sebagai antioksidan alami yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif, sementara flavonoid berfungsi memperkuat sistem imun dan menekan infeksi bakteri. Kombinasi kedua senyawa bioaktif tersebut menjadikan daun salam menjadi sumber fitokimia yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami dalam produk farmasi.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil metabolit, kadar total senyawa aktif fenol dan flavonoid serta potensi sebagai anti bakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli. Hasil penelitian telah memberikan bukti ilmiah bahwa ekstrak etanol daun salam mengandung senyawa fenol dan flavonoid Resveratrol dan Vitexin. Kadar dari senyawa flavonoid dan fenol berhubungan dengan lamanya proses ekstraksi mengunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE).
Waktu optimal menarik senyawa fenol dan flavonoid terbaik selama 5 menit dengan kadar flavonoid sebesar 93.84 mg/g dan fenol sebesar 74.29 mg/g. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa dosis ganda extract daun salam mempunyai efek menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus dengan nilai ZOI masing-masing 11.7 mm dan 11.3 mm. Angka tersebut menunjukkan kemampuan sebagai antibakteri dengan potensi sedang dan lebih rendah dibandingkan antibiotika kontrol.
Penelitian ini merupakan penelitian dasar sehingga perlu dilakukan uji toksisitas akut, sub kronik dan kronik untuk mengetahui keamanannya. Sebagai luaran dari hibah HiMa adalah publikasi hasil penelitian dalam seminat internasional dan publikasi salam jurnal. Penelitian ini telah dipresentasikan dalam the 1st IC-BioTesta 2025 tanggal 20 September 2025 dan dipublikasi dalam Bio Web of Conferense, 209, 03002 (2026). (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Dini Sri Dayamanti, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?