Ribuan Prestasi Pelajar Madrasah, Kemenag Pacu Madrasah Inklusif dan Berorientasi Riset

Capaian prestasi pelajar madrasah Kemenag ini mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif

Januari 2, 2026 - 23:00
Ribuan Prestasi Pelajar Madrasah, Kemenag Pacu Madrasah Inklusif dan Berorientasi Riset

JAKARTA Sepanjang tahun 2025, prestasi pelajar madrasah Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat 7.800 prestasi tingkat nasional dan 351 prestasi tingkat internasional berhasil diraih pelajar madrasah jenjang MI, MTs dan MA.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyatakan, capaian prestasi pelajar madrasah Kemenag ini mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai bagian strategis pembangunan SDM Unggul. 

“Madrasah hari ini tidak hanya menguatkan karakter keagamaan, tetapi juga membuktikan daya saing akademik di tingkat nasional dan global,” kata Dirjen Pendidikan Islam Suyitno dalam keterangan persny kepada TIMES Indonesia, Jumat (2/1/2026).

Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

Dari sisi kebijakan, Direktorat KSKK Madrasah mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi pembelajaran. Kurikulum ini telah melalui enam kali uji coba, disosialisasikan di 34 provinsi, dan menjadi dasar sejumlah regulasi kurikulum madrasah. 

Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khadijah menegaskan bahwa KBC dirancang untuk membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter.

“Prestasi siswa harus sejalan dengan penguatan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan,” ujar Nyayu. 

Penguatan ekoteologi diwujudkan melalui 1.826 madrasah adiwiyata sebagai baseline nasional, dengan proyeksi penambahan 642 madrasah per tahun. Pada 2025, KSKK juga menginisiasi penanaman 50.000 bibit pohon di madrasah negeri dan swasta. 

Dalam aspek pendidikan ramah dan terintegrasi, jumlah madrasah inklusif meningkat tajam dari 728 lembaga pada 2023 menjadi 1.853 lembaga pada 2025, atau tumbuh lebih dari 155 persen dalam dua tahun. Kenaikan ini disertai penguatan regulasi, penyediaan sarana ramah disabilitas, serta pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD). 

Secara nasional, tercatat 2.665 Madrasah Ramah Anak yang tersebar di berbagai provinsi dan jenjang pendidikan. 

Revitalisasi, Digitalisasi, dan PHTC

Melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), KSKK Madrasah mengalokasikan anggaran Rp402,86 miliar untuk revitalisasi dan digitalisasi sarana prasarana madrasah. Program ini mencakup rehabilitasi bangunan rusak serta penyediaan perangkat pembelajaran digital, sejalan dengan percepatan digitalisasi pendidikan nasional. 

Madrasah juga menjadi bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Desember 2025, tercatat 13.703 madrasah dengan 2,31 juta siswa telah menerima manfaat program tersebut. Selain itu, lebih dari 9,1 juta siswa madrasah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis.

Nyayu menegaskan bahwa penguatan prestasi siswa dan intervensi kebijakan berbasis data menjadi strategi jangka panjang pendidikan madrasah.

 “Madrasah diposisikan sebagai instrumen pembangunan manusia—unggul secara akademik, sehat, inklusif, dan berkarakter,” ujarnya. 

Sebagai bagian dari pengawalan Asta Cita Presiden, Kementerian Agama juga telah memulai piloting Sekolah Garuda Transformasi pada madrasah unggulan. Pada 2025, MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (OKI) dan MAN IC Gorontalo resmi ditetapkan sebagai Sekolah Garuda, memperkuat posisinya sebagai satuan pendidikan unggul berstandar nasional yang diakui oleh Ditjen Dikti Saintek. Penetapan ini berdampak langsung pada penguatan reputasi kelembagaan, pengayaan kurikulum sains dan riset, serta perluasan akses siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri dengan pendampingan resmi Kemdiktisaintek, sekaligus menegaskan peran madrasah sebagai pusat pembibitan talenta unggul berdaya saing global.

Dengan lebih dari 10,5 juta siswa aktif dan 88 ribu lembaga madrasah di seluruh Indonesia, Kemenag menilai penguatan mutu madrasah menjadi salah satu kunci pencapaian agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow