Teknologi Flow Controller System Tingkatkan Efisiensi Irigasi Petani di Desa Beran Ngawi
Kelompok masyarakat petani Manunggal Berseri di Desa Beran, Kabupaten Ngawi, kini mulai merasakan manfaat teknologi tepat guna melalui hadirnya Flow Controller System, sebuah alat pengatur debit alira
MADIUN Kelompok masyarakat petani Manunggal Berseri di Desa Beran, Kabupaten Ngawi, kini mulai merasakan manfaat teknologi tepat guna melalui hadirnya Flow Controller System, sebuah alat pengatur debit aliran air secara otomatis untuk optimalisasi irigasi lahan pertanian.
Alat tersebut merupakan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Desa Binaan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun). Kegiatan tahun anggaran 2025 ini melibatkan Ridam Dwi Laksono selaku ketua pelaksana dan Irna Tri Yuniahastuti sebagai anggota tim.
Menurut Ridam Dwi Laksono, teknologi Flow Controller System dirancang untuk menjawab persoalan klasik petani terkait pembagian air irigasi yang kurang efisien.
“Selama ini pengaturan aliran air masih manual dan menyita tenaga. Dengan sistem otomatis ini, petani dapat mengatur waktu dan debit aliran air secara presisi sehingga lebih hemat energi, waktu, dan sumber air,” jelasnya.
Ridam menjelaskan Tahapan Pelaksanaan Program pengabdian ini berlangsung melalui beberapa tahapan strategis yaitu sosialisasi kepada kelompok tani untuk memperkenalkan konsep dan fungsi alat. Selanjutnya, pelatihan pengoperasian Flow Controller System agar masyarakat mampu menjalankan alat secara mandiri dan implementasi alat pada lahan pertanian milik anggota kelompok Manunggal Berseri.
Lalu dilakukan pendampingan dan evaluasi untuk memantau efektivitas alat dan mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, keberlanjutan, perencanaan jangka panjang agar teknologi dapat terus dikembangkan dan diterapkan di sektor pertanian Desa Beran.
Anggota tim, Irna Tri Yuniahastuti, menambahkan bahwa kegiatan ini tak hanya memberikan alat, tetapi juga membangun budaya pemanfaatan teknologi di kalangan petani.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima alat, tetapi benar-benar menguasai teknologi agar kebermanfaatannya terus berlanjut,” ujarnya.
Ketua kelompok tani Manunggal Berseri, Sutrisno menyampaikan bahwa penggunaan Flow Controller System membantu petani mengurangi pemborosan air, meningkatkan produktivitas waktu, dan menjaga kelembaban lahan secara stabil.
“Kami berharap teknologi ini dapat diterapkan lebih luas, tidak hanya untuk sawah tetapi juga untuk sistem perairan hortikultura,” katanya.
Program desa binaan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi digital sektor pertanian di Desa Beran. LPPM UNIPMA Madiun menegaskan komitmen nya untuk terus mendampingi masyarakat dan mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan petani. (*)
Apa Reaksi Anda?