Tensi Tinggi Warnai Pertarungan Hari Pertama Trial Game Dirt 2025 Putaran Ketiga
Putaran ketiga Trial Game Dirt 2025 yang digelar di Sirkuit non permanen Lapangan Karya Bhakti, Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (29/8/2025), berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat adrenalin.

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Putaran ketiga Trial Game Dirt 2025 yang digelar di Sirkuit non permanen Lapangan Karya Bhakti, Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (29/8/2025), berlangsung dalam tempo tinggi dan sarat adrenalin.
Di hari pertama ini, deretan pebalap terbaik motocross dan grasstrack langsung menggeber motor menaklukkan deretan obstacle demi menorehkan catatan waktu secepat mungkin.
Pimpinan Lomba Jim Sudaryanto, menuturkan race hari pertama Trial Game Dirt 2025 di Probolinggo yang menyajikan Heat 1 dan Heat 2 di tiga kelas utama, yakni Free For All (FFA) Open, Campuran Open, dan Campuran Non Seeded berlangsung sarat agresivitas. Ia menilai karakter lintasan Probolinggo yang relatif datar dengan pace tinggi menuntut keberanian sekaligus ketepatan ketika melewati obstacles maupun tikungan tajam.
“Ukuran lintasan di Probolinggo kami rancang agar para pebalap bisa menjaga aliran kecepatan, tapi juga harus akurat saat melewati obstacle. Karena, penempatan obstacle tidak sama dengan seri-seri sebelumnya sehingga pebalap harus cepat beradaptasi, memilih raceline yang tepat, dan menjaga ritme. Hasil Heat 1 dan Heat 2 hari ini menunjukkan siapa yang datang dengan persiapan matang, mendapatkan hasil lebih efisien, namun jarak antarpebalap tipis dan peluang juara masih terbuka,” ujar Jim.
Tak hanya layout lintasan yang menuntut konsentrasi tinggi para pebalap, berbagai obstacle seperti Bigfoot jump, double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian cobra, jumpingan kurma royal, dan jumping tong juga memberikan kesulitan sekaligus memacu adrenalin masih menjadi bagian dari tantangan yang dihadirkan Trial Game Dirt 2025 Probolinggo.
Hasilnya, pada race hari pertama ini, M. Zidane konsisten menampilkan performa impresif di Heat 1 dan Heat 2. Ia mampu membuat catatan waktu tercepat di Heat 2 dengan 1 menit 55.413 detik dan membuatnya bercokol di posisi teratas usai meraih 50 poin di kelas kelas FFA Open.
Sedangkan urutan kedua ditempati Asep Lukman dengan raihan 44 poin, disusul Marcelino Rigi yang mengekor di posisi ketiga setelah mendulang 34 poin.
Tak kalah seru, kelas Campuran Open juga memperlihatkan pertarungan tensi tinggi dan ketat. Di Heat 1, Asep Lukman dan Latian Juan sempat membuat kejutan karena sanggup membuat catatan waktu di bawah 2 menit.
Namun, di Heat 2 M. Zidane yang sempat melorot di posisi ketiga pada Heat 1, berhasil mengoreksi sekaligus menciptakan catatan waktu tercepat 1 menit 58.321 detik.
Hasil tersebut, menempatkan rider asal Blitar ini di posisi teratas dengan kemasan 45 poin. Hanya terpaut 1 poin, Asep Lukman menduduki posisi kedua (44 poin) disusul Latian Juan yang mengemas 43 poin.
Kemampuan tak kalah impresif juga ditunjukkan para kroser di kelas Campuran Non Seeded, Athaya Sena menjadi yang terbaik dalam dua Heat di hari pertama.
Ia mengemas 25 poin dan membuat best time di Heat 1 dengan 2 menit 5.884 detik. Posisi kedua diisi Nova Mahendra usai mendulang 22 poin disusul Edi Iskandar yang mengemas 20 poin.
Persaingan Trial Game Dirt 2025 Probolinggo di kelas FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non Seeded masih berlanjut, Sabtu (30/8/2025), dan akan menggelar balapan Heat 3 dan Heat 4.
Tak hanya memainkan tiga kelas utama tersebut, balapan hari terakhir juga ada satu kelas tambahan FFA Master. Status juara Trial Game Dirt 2025 Probolinggo akan ditentukan melalui akumulasi poin tertinggi dan ketepatan menaklukkan rintangan.
Sementara itu, kembalinya Trial Game Dirt di Probolinggo setelah absen hampir satu dekade disambut antusias oleh para pebalap. Salah satunya ialah rider asal Probolinggo, Edi Iskandar.
Sudah lama ia menantikan bisa tampil di kampung halaman. Baginya, kehadiran balapan bergengsi ini bukan hanya ajang pembuktian diri, tetapi juga harapan agar generasi muda Probolinggo punya wadah untuk menyalurkan minat terhadap olahraga motor trail.
“Ini adalah keikutsertaan pertama saya di Trial Game Dirt 2025, namun saya sangat antusias karena hadir di Probolinggo setelah absen sejak 2015. Sebelumnya, saya tidak memungkinkan ikut di seri pertama dan kedua karena ada kendala di motor dan jadwal balapan lain. Semoga TGD bisa rutin diadakan setiap tahun di kota ini supaya pembalap muda punya kesempatan berkembang,” ujar Edi.
Tak hanya menegangkan di lintasan, TGD 2025 Probolinggo semakin menarik dengan penampilan live musik dari Nasa band, handlebar race, estafet fun game, dan aksi BMX Freestyle dari Wendy and Friends. Berbagai trik seru dan menantang ditampilkan oleh para freestyler, seperti aksi 360, backflip, tailwhip, dan beragam trik lainnya. (*)
Apa Reaksi Anda?






