Kadis Pendidikan Pacitan Dorong Pramuka Jadi Penjaga Lingkungan
Kadis Pendidikan Pacitan melakukan aksi penanaman pohon sebagai upaya penguatan kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik di SMPN 3 Kebonagung Satu Atap.
PACITAN Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, membuka Perkemahan Penerimaan Penggalang Baru di SMPN 3 Kebonagung Satu Atap, Kamis (15/1/2026), yang dirangkai dengan aksi penanaman pohon sebagai upaya penguatan kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
Kegiatan ini menempatkan Gerakan Pramuka tidak hanya sebagai wadah pembentukan karakter, tetapi juga sebagai ruang pendidikan ekologis yang nyata. Penanaman pohon dilakukan langsung di lingkungan sekolah dan diikuti para penggalang baru.
Dalam sambutannya, Khemal menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang peduli sesama dan alam. Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Di sini anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Menanam pohon hari ini adalah bentuk investasi untuk masa depan Pacitan,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Camat Kebonagung, Kepala Desa Worawari, kepala dusun, pengurus komite sekolah, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan dukungan terhadap model pendidikan yang mengintegrasikan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian lingkungan.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kebonagung Satu Atap, Yayuk Sri Wahyuningsih, menyebut penanaman pohon sengaja dirangkaikan dengan perkemahan agar peserta memiliki pengalaman langsung, bukan sekadar teori.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga punya empati. Dengan menanam pohon sendiri, mereka belajar merawat dan merasa memiliki lingkungan sekolahnya,” kata Yayuk.
Menurutnya, sebagai sekolah satu atap yang berada di wilayah desa, SMPN 3 Kebonagung memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam gerakan peduli lingkungan.
Kegiatan perkemahan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan berjalan tertib. Kepala Dinas Pendidikan tampak menyapa dan menyalami para penggalang satu per satu, menciptakan suasana akrab antara pemangku kebijakan dan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler rutin, tetapi juga melahirkan generasi muda yang disiplin, mandiri, dan siap menjadi pelindung lingkungan di wilayahnya masing-masing. (*)
Apa Reaksi Anda?