Mahasiswa Unipma Madiun Perkenalkan Budaya Nusantara di Thailand
Dua mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) yang sedang menjalankan program internasional South East Asia Teacher Exchange (SEA-Teacher)
MADIUN Dua mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) yang sedang menjalankan program internasional South East Asia Teacher Exchange (SEA-Teacher), Pingky Tyas Nur Rochma dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) serta Abid Humam Muhtadi dari Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas PGRI Madiun.
Saat ini, mereka mahasiswa semester 7 yang tengah menjalankan praktik mengajar sekaligus misi kebudayaan di Negeri Gajah Putih.
Mereka sukses melaksanakan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) salah satunya dengan mempromosikan kebudayaan Indonesia di mancanegara. Kegiatan edukatif ini berlangsung di kelas 2/1 Warraphat School, Thailand, pada Rabu (19/11/2025).
Integrasi Pendidikan dan Diplomasi Budaya
Membawa misi pengenalan budaya sejak dini, mahasiswa mengemas materi tentang kekayaan Indonesia secara komprehensif. Mereka memaparkan materi melalui media presentasi interaktif dan video yang mencakup aspek geografi, keindahan alam, keragaman fauna, hingga kekayaan warisan takbenda seperti tarian, musik, dan rumah adat dari berbagai provinsi.
Penggunaan media digital menjadi kunci keberhasilan dalam menarik minat siswa tingkat sekolah dasar. Salah satu daya tarik utama adalah penayangan visual "Indonesia dalam Minecraft"—sebuah karya kreatif yang memenangkan kompetisi Minecraft Creative Mode oleh YouTuber MrBeast.
Para siswa antusias menyaksikan visualisasi kekayaan budaya nusantara melalui video interaktif. (Foto: Tim SEA-Teacher UNIPMA for TIMES Indonesia)
Visualisasi bangunan ikonik Indonesia dalam format gim populer tersebut berhasil membuat para siswa berdecak kagum.
Selain itu, sisi estetika budaya ditunjukkan melalui kemegahan Tari Kecak Bali dan video musik "Wonderland Indonesia" karya Alffy Rev.
Kombinasi unsur sejarah dan kewarganegaraan yang dibawa oleh kedua mahasiswa ini memberikan gambaran yang utuh tentang jati diri bangsa Indonesia.
Batik sebagai Identitas Bangsa
Tidak hanya melalui layar, kami melakukan edukasi budaya secara langsung (persuasi visual) dengan penggunaan baju batik selama kegiatan berlangsung. Langkah ini diambil sebagai representasi nyata dari identitas nasional Indonesia di mata siswa dan guru di Warraphat School.
Interaksi seru mahasiswa UNIPMA dengan siswa Thailand saat sesi tanya jawab mengenai keindahan alam Indonesia. (Foto: Tim SEA-Teacher UNIPMA for TIMES Indonesia)
Menurut Pingky Tyas Nur Rochma kegiatan ini bukan sekadar tugas KKN, melainkan upaya menumbuhkan semangat toleransi global. “Kami ingin memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada siswa sejak dini untuk menumbuhkan sikap saling menghargai antarbudaya," ujarnya.
Selain itu, ini adalah upaya mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Thailand melalui pembelajaran yang menyenangkan,
Antusiasme dan Respons Positif
Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari para siswa kelas 2/1. Atmosfer kelas menjadi sangat interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Salah seorang siswa dengan polos bertanya, "Teacher, why Indonesia so beautiful?" (Guru, mengapa Indonesia sangat indah?), sebuah ungkapan yang menunjukkan bahwa pesan keindahan nusantara berhasil tersampaikan dengan baik.
Abid Humam Muhtadi menambahkan bahwa latar belakang pendidikan di bidang sejarah sangat membantu dalam memberikan konteks pada setiap budaya yang diperkenalkan. Melihat antusiasme mereka, saya optimis bahwa diplomasi budaya melalui jalur pendidikan seperti program SEA-Teacher ini sangat efektif untuk membangun citra positif Indonesia di mata generasi muda dunia.
Melalui program ini, Unipma Madiun terus membuktikan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi duta budaya di tingkat internasional. (*)
Apa Reaksi Anda?