Misi Kemanusiaan di Thailand; Mahasiswa UNIPMA Jadi Relawan Banjir Hat Yai

Pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional melalui program SEA-Teacher yang dijalani mahasiswa Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun)

Januari 6, 2026 - 14:30
Misi Kemanusiaan di Thailand; Mahasiswa UNIPMA Jadi Relawan Banjir Hat Yai

MADIUN Pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional melalui program SEA-Teacher yang dijalani mahasiswa Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun), Pingky Tyas Nur Rochma (Prodi PPKN) dan Abid Humam Muhtadi (Prodi Pendidikan Sejarah), berubah menjadi ujian kepedulian kemanusiaan. 

Mereka tidak hanya hadir sebagai calon pendidik, tetapi juga terjun langsung sebagai relawan saat banjir besar melanda wilayah Thailand bagian selatan.

Selama masa darurat yang berlangsung sejak 21 November 2025, fokus utama kegiatan mereka adalah memberikan bantuan tenaga di sejumlah titik pengungsian, mulai dari evakuasi barang-barang berharga hingga membantu operasional dapur umum.

Aksi Tanggap Darurat: Evakuasi Barang Berharga

Saat air banjir naik dengan cepat dan mengepung asrama Hat Yai University, Pingky dan Abid bersama penghuni lainnya dievakuasi ke gedung U-House 1. Dalam kondisi darurat tersebut, keduanya segera mengambil peran sebagai relawan dengan membantu memindahkan barang-barang berharga milik penghuni asrama serta fasilitas kampus ke lantai atas.

“Proses pemindahan barang kami lakukan secara maraton ke lantai dua hingga lantai empat demi menyelamatkan aset dari rendaman air yang terus meninggi,” ujar Pingky Tyas Nur Rochma. 

Ia menambahkan, kecepatan air saat itu menuntut relawan untuk bekerja secara taktis dan sigap sebelum akses di lantai satu tertutup total oleh banjir.

banjir.jpgKondisi banjir yang mengepung asrama Hatyai University dan aksi bersih-bersih lumpur pasca surut. (Foto: Tim Relawan UNIPMA for TIMES Indonesia)

Memulihkan Fasilitas: Bersih-Bersih Pasca Air Surut

Setelah terjebak selama enam hari, debit air di lantai satu mulai menyurut pada 26 November 2025. Meski kondisi gedung masih tanpa aliran listrik dan air bersih, Pingky dan Abid langsung bergerak menjadi relawan pembersihan.

Mereka bahu-membahu membersihkan seluruh kawasan lantai satu serta area teras Hat Yai University yang tertutup lumpur dan sisa kotoran pascabanjir. 

Aksi bersih-bersih ini dilakukan sesegera mungkin untuk memastikan lingkungan pengungsian tetap layak dan mencegah timbulnya penyakit bagi para mahasiswi serta pengurus yang masih bertahan di lokasi.

Diplomasi Kemanusiaan di Dapur Posko Bencana Alam Satun

Kondisi logistik yang semakin menipis membuat Pingky dan Abid dievakuasi ke wilayah pegunungan di Provinsi Satun pada 27 November 2025. Di sana, mereka menetap di kediaman pengurus asrama, Phi Anita.

Tepat di depan rumah tersebut berdiri sebuah posko bencana alam yang menjadi pusat penyediaan pangan bagi para pengungsi.

Pada 28 November 2025, keduanya kembali turun tangan sebagai relawan di dapur umum posko bencana alam tersebut. Mereka bergabung bersama ibu-ibu dan bapak-bapak relawan lokal Thailand untuk menyiapkan bahan makanan serta memasak dalam porsi besar.

“Kami ikut membantu menyiapkan logistik dan memasak bersama warga lokal. Meskipun terdapat keterbatasan bahasa, kegiatan ini menjadi bentuk nyata solidaritas kami sebagai mahasiswa Indonesia untuk meringankan beban warga terdampak banjir di Satun,” ungkap Abid Humam Muhtadi.

dapur-umum.jpgMahasiswa UNIPMA menyiapkan logistik di dapur umum posko pengungsian Satun bersama warga lokal. (Foto: Tim Relawan UNIPMA for TIMES Indonesia)

Pelajaran Berharga dari Garis Depan Bencana

Bagi Pingky dan Abid, keterlibatan mereka sebagai relawan di tengah bencana banjir Thailand merupakan implementasi nyata dari ilmu kewarganegaraan dan sejarah yang mereka pelajari di Universitas PGRI Madiun.

“Esensi dari pengabdian adalah hadir saat dibutuhkan, melampaui sekat perbedaan negara,” tutur Pingky.

Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa empati tidak mengenal batas wilayah. Kembali ke Hat Yai pada siang hari, 28 November 2025, keduanya membawa pulang pelajaran hidup yang tidak akan pernah mereka peroleh di dalam ruang kelas mana pun. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow