Membangun Generasi Kreatif, Ponpes Ainul Ulum Pulung Ponorogo Gelar Lomba Islami
Sebanyak 200 siswa se-Kabupaten Ponorogo unjuk bakat dalam Islamic Competition 2026 di Ponpes Ainul Ulum. Dari lomba mewarnai hingga adzan, ajang ini jadi bukti kontribusi pesantren dalam pendidikan k
PONOROGO Momentum peringatan Isra Mi'raj 1447 H dimanfaatkan dengan baik oleh keluarga besar Pondok Pesantren Ainul Ulum Pulung untuk menggelar Islamic Competition 2026. Tidak kurang 200 peserta dari berbagai sekolah dasar dan taman kanak-kanak se-Kabupaten Ponorogo berkumpul untuk menunjukkan bakat mereka. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti eksistensi Ponpes Ainul Ulum dalam berkontribusi pada pengembangan pendidikan karakter dan minat bakat siswa di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.
Pelaksanaan lomba pada Kamis (15/1/2025), terbagi dalam beberapa cabang yang menarik. Bagi peserta tingkat TK/RA, panitia menyediakan panggung untuk lomba mewarnai dan menyanyi solo, yang bertujuan merangsang motorik halus dan keberanian berekspresi. Di sisi lain, siswa tingkat SD/MI ditantang untuk menunjukkan kemampuan dalam lomba puisi, pidato, dan adzan. Variasi lomba ini dirancang agar mencakup berbagai aspek pengembangan diri, mulai dari seni, bahasa, hingga praktik ibadah sehari-hari.
Kiai Subuh Fathu Alam, selaku Ketua Yayasan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pondok pesantren harus menjadi rumah bagi kreativitas pelajar. Ia pun menyambut baik antusiasme sekolah-sekolah yang tetap konsisten mengirimkan delegasinya meskipun kompetisi dilaksanakan di hari kerja. Kehadiran guru pendamping dianggap sebagai pilar penting dalam memberikan dukungan moral bagi para siswa yang sedang berkompetisi, sehingga suasana kekeluargaan antara pesantren dan sekolah umum tetap terjaga.
Dalam pandangan Kiai Subuh, sportivitas adalah nilai mahal yang harus ditanamkan sejak dini melalui perlombaan seperti ini. Beliau ingin agar anak-anak didik memahami bahwa sebuah kompetisi adalah cara sehat untuk mengukur kemampuan diri sendiri, bukan sekadar menjatuhkan lawan.
"Sportivitas adalah nilai mahal yang harus ditanamkan sejak dini. Kompetisi ini bukan sarana untuk sekadar menjatuhkan lawan, melainkan cara sehat bagi anak didik kita untuk mengukur kemampuan diri sendiri dengan landasan kejujuran," kata Kiai Subuh.
Dengan tumbuhnya kreativitas yang dibalut dengan kejujuran, diharapkan muncul generasi emas yang siap memimpin bangsa dengan landasan agama yang kuat dan jiwa kompetitif yang sehat di masa depan.
Secara teknis, panitia telah mempersiapkan lokasi lomba dengan sangat matang agar kenyamanan peserta tetap terjaga. Gedung SDT Ainul Ulum yang menjadi pusat lomba tingkat TK dipenuhi dengan keceriaan anak-anak, sementara Gedung SMPT yang menampung lomba tingkat SD terasa lebih kompetitif namun tetap kondusif. Pengaturan lokasi yang terpisah ini dilakukan untuk memastikan juri dapat memberikan penilaian maksimal pada setiap cabang lomba tanpa terganggu oleh keramaian dari kategori lainnya. (*)
Apa Reaksi Anda?