Mengabdi dari Tanah Suci, Nurjamilah Alumni UNISMA Menjadi Guru PAI di Sekolah Indonesia Jeddah

Pengabdian di dunia pendidikan tak mengenal batas geografis. Hal itu tercermin dari kiprah Nurjamilah, alumni Universitas Islam Malang (UNISMA)

Januari 3, 2026 - 18:30
Mengabdi dari Tanah Suci, Nurjamilah Alumni UNISMA Menjadi Guru PAI di Sekolah Indonesia Jeddah

MALANG Pengabdian di dunia pendidikan tak mengenal batas geografis. Hal itu tercermin dari kiprah Nurjamilah, alumni Universitas Islam Malang (UNISMA) Fakultas Agama Islam Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan 1999, yang kini mengabdikan diri sebagai guru di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi.

Puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Nurjamilah konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan kepada generasi muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Dedikasi tersebut menjadikannya salah satu alumni UNISMA yang terus membawa nilai almamater ke panggung global.

Ditempa di Kampus Hijau UNISMA

Sebagai lulusan Fakultas Agama Islam UNISMA, Nurjamilah memiliki fondasi keilmuan agama yang kuat. Selama menempuh pendidikan di Kampus Hijau, ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga organisasi kemahasiswaan.

Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi yang kelak sangat membantunya dalam dunia kerja. Pendidikan di UNISMA, menurutnya, tidak hanya membekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai keislaman dan akhlak yang menjadi bekal utama dalam pengabdian.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Meniti Karier Pendidikan Sejak Awal

Karier Nurjamilah di dunia pendidikan dimulai tak lama setelah lulus. Pada periode 1999–2003, ia mengabdikan diri sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Syeh Ahmad Daud Paluta, Sumatera Utara. Di pesantren tersebut, ia aktif mendampingi santri, mengajarkan ilmu agama sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan karakter.

Setelah melalui berbagai pengalaman dan tantangan, pada 2014 hingga sekarang, Nurjamilah dipercaya menjadi Guru Kelas dan Guru PAI di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sekolah ini merupakan institusi pendidikan resmi Indonesia di Arab Saudi yang melayani anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Jeddah dan sekitarnya.

Mengajar di luar negeri memberikan tantangan tersendiri. Selain harus menyesuaikan dengan budaya dan lingkungan internasional, Nurjamilah juga memikul tanggung jawab besar dalam menjaga identitas kebangsaan siswa Indonesia. Ia berupaya menyeimbangkan kurikulum nasional dengan penguatan nilai-nilai Islam dan akhlak mulia.

HUT-RI.jpg

Kontribusi untuk Pendidikan dan Masyarakat

Sebagai pendidik, kontribusi Nurjamilah tidak hanya sebatas ruang kelas. Ia berperan aktif dalam pembinaan karakter siswa, menjadi teladan dalam sikap, serta menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan komunitas Indonesia di Jeddah.

Bagi Nurjamilah, pendidikan adalah jalan pengabdian jangka panjang. Melalui perannya sebagai guru, ia berupaya mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak, meski berada jauh dari tanah air.

Pesan untuk Generasi Muda

Kepada generasi muda, khususnya para pelajar dan mahasiswa, Nurjamilah berpesan agar tidak memisahkan antara ilmu dan iman.

“Ingatlah, ilmu tanpa iman akan membuat seseorang sombong, sedangkan iman tanpa ilmu akan membuat seseorang mudah tersesat. Oleh karena itu, seimbangkan keduanya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menjunjung tinggi kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Harapan untuk UNISMA dan Alumni

Nurjamilah berharap UNISMA terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Ia juga menaruh harapan agar UNISMA terus mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa sosial.

Sementara kepada sesama alumni, ia berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan terus memberi kontribusi positif di mana pun berada.

“Alumni UNISMA harus menjadi duta kebaikan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow