Saat Bhayangkara Majapahit Menerima Titah Gayatri
Dalam perjalanan Majapahit sebagai sebuah kerajaan ada satu peristiwa yang cukup menarik, yang dikemudian hari peristiwa tersebut menjadi awal akan besar dan jayanya kerajaan Majapahit dalam menyatuka
TULUNGAGUNG Dalam perjalanan Majapahit sebagai sebuah kerajaan ada satu peristiwa yang cukup menarik, yang dikemudian hari peristiwa tersebut menjadi awal akan besar dan jayanya kerajaan Majapahit dalam menyatukan Nusantara.
Peristiwa tersebut adalah saat sang Sri Rajapatni atau Ibunda Gayatri memanggil prajurit Bhayangkara terbaiknya dari Kutaraja Majapahit di Tlatah Tarik (Mojokerto) untuk mengadapnya di Tlatah Ngrowo (Tulungagung).
Gajah Mada dipanggil oleh Gayatri, ibu dari Hayam Wuruk, untuk menjadi patih Amangku Bhumi, menggantikan Arya Tadah. Dimana pada saat itu, Gajah Mada masih muda, namun Gayatri dengan kedalaman olah batinnya mampu melihat potensi besar dalam diri seorang Gajah Mada.
"Sira Gajah Mada, patihku yang baik dan gagah. Aku berpesan kepadamu, janganlah kau lupa akan sumpahmu. Janganlah kau terlena oleh kekuasaan dan kemewahan. Tetaplah setia dan teguh dalam menjalankan tugasmu. Sira Gajah Mada, aku percaya padamu." itulah Pesan penting dari dawuh Ibunda Gayatri kepada Gajahmada.
Dawuh Ibunda Gayatri ini menunjukkan betapa besar kepercayaan dan harapan yang diberikan kepada Gajah Mada untuk memimpin dan menjaga Kerajaan Majapahit. Akan pesan dari Seorang Sri Rajapatni Gayatri tentu membuat seorang Gajah Mada sangat bangga dan terharu dan berjanji untuk menjalankan tugasnya dengan baik serta penuh kesetiaan.
Dengan dukungan Gayatri tersebut, Gajah Mada berhasil menjadi salah satu tokoh paling strategis dan berpengaruh di Kerajaan Majapahit dalam memperluas dan menyatukan wilayah kekuasaan Nusantara dalam sumpah Amukti Palapanya.
Hubungan antara Gayatri dan Gajah Mada sangat penting dalam sejarah Majapahit. Gayatri, sebagai ibu dari Hayam Wuruk, memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan keputusan Gajah Mada. Gayatri dikenal sebagai sosok yang bijak dan berpengaruh di istana Majapahit. Ia memiliki hubungan dekat dengan Gajah Mada dan menjadi salah satu pendukung utama Gajah Mada dalam menjalankan tugasnya sebagai Patih Amangku Bhumi
Sri Rajapatni Gayatri juga memiliki peran yang luar biasa dalam membentuk strategi dan kebijakan Gajah Mada, terutama dalam upaya menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Gajah Mada adalah pribadi yang sangat menghormati Gayatri, terutama akan nasihat dan bimbingan darinya. Hubungan mereka dapat dilihat sebagai hubungan antara seorang ibu dan anak, serta antara seorang pemimpin dan pendukungnya setiannya.
atas peran Gayatrilah, dikemudian hari Gajah Mada menjadi Patih Besar yang tiada tanding, menjadi seseorang yang namanya tidak lekang oleh zaman sampai hari ini.
Peristiwa dawuh Gayatri yang memanggil Gajahmada dari tlatah Kutaraja ke Ngrowo seolah terulang kembali saat seorang AKBP Ihram Kustarto yang sebelumnya manjabat Kapolres Mojokerto kemudian didapuk menjadi Kapolres Tulungagung, ini tentu adalah peristiwa penting layaknya Prajurit terbaik Bhyangkara yang di daulat oleh seorang Sri Rajpatni Gayatri.
Sosok AKBP Ihram Kustarto tentu telah tertempa kuat sebagai seorang pemimpin Bhayangkara yang tangguh dan teruji di Mojokerto, dan saat kemudian mendapat amanah sebagai Kapolres Tulungagung, ibarat jalan besarnya menjadi pemimpin Bhayangkara negeri ini dikemudian hari layaknya Gajahmada yang menjadi Patih Amangku Bhumi Majapahit
Selamat Bertugas di bumi Gayatri Bapak AKBP Ihram Kustarto, sejarah besar akan terulang kembali untuk kejayaan negeri ini. Jendral dikemudian hari adalah keniscayaan, layaknya Majapahit yang bersinar diawali dari titah Gayatri, karena sejatinya bumi Ngrowo adalah hatinya Kerajaan Majapahit dalam sentuhan dan dekapan kebijaksanaan sang Rajapatni Gayatri.
***
*) Oleh: Imam Fauzi SUrahmat.
Apa Reaksi Anda?