Kelompok 30 KKN-T Berdampak UNIPMA Ciptakan Rocket Stove Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Desa Pleset, Ngawi 

Inovasi sederhana berdampak diterapkan di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Kelompok 30 KKN-T Berdampak UNIPMA Madiun

November 29, 2025 - 13:00
Kelompok 30 KKN-T Berdampak UNIPMA Ciptakan Rocket Stove Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Desa Pleset, Ngawi 

MADIUN Inovasi sederhana berdampak diterapkan di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Kelompok 30 KKN-T Berdampak UNIPMA Madiun menciptakan inovasi Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, efisien, dan minim asap. 

Inovasi ini berawal adanya permasalahan sampah rumah tangga di Desa Pleset yang masih mengandalkan praktik pembakaran terbuka (open burning) sehingga menimbulkan asap pekat, polusi udara, dan risiko kesehatan. 

Bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Liya Atika Anggrasari, M.Pd., narasumber pengolahan sampah Joko Widiyanto, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UNIPMA, mahasiswa kelompok 30 KKN-T Berdampak UNIPMA dan perangkat Desa Pleset meresmikan Rocket Stove pada Minggu (23/11/2025) di Desa Pleset Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. 

Sosialisasi.jpg

Sosialisasi pembentukan Rocket Stove oleh narasumber kepada warga Desa Pleset. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Fachrur Rossy Handoko, koordinator program kerja Rocket Stove Berdampak menyatakan bahwa program kerja ini digagas sebagai upaya menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat desa mengurangi penggunaan bahan bakar dalam pembakaran sampah rumah tangga sekaligus mengelola sampah secara lebih bijak.

Setelah acara peresmian, selanjutnya dilaksanakan sosialisasi dari narasumber Joko Widiyanto S.Pd., M.Pd yang memberikan edukasi pemilahan sampah kepada warga. Masyarakat diajak memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan B3, serta diajarkan pentingnya menyiapkan wadah terpisah di rumah. 
Pihaknya menjelaskan bahwa setiap orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 0,7 kg sampah per hari, sehingga pemilahan sejak dari rumah menjadi kebiasaan sederhana yang berdampak besar. 

pembuatan-rocket-stove.jpg

Proses pembuatan rocket stove bersama warga sekitar. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Narasumber juga menekankan penerapan prinsip 3R—Reduce, Reuse, dan Recycle sebagai langkah nyata mengurangi beban sampah lingkungan.
Antusiasme warga desa terlihat melalui keterlibatan mereka dalam pembuatan dan uji coba Rocket Stove. Warga juga aktif bertanya dalam sesi tanya jawab yang menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik. 

Selain itu, DPL Kelompok 30 KKN-T Berdampak Dr. Liya Atika Anggrasari, M.Pd. menyampaikan setelah diberikan Sosialisasi Pengolahan Sampah dan dengan adanya Rocket Stove di Desa Pleset ini, diharapkan Desa Pleset menjadi contoh desa mandiri dalam pengelolaan sampah dan terus memperluas penerapan teknologi tepat guna untuk menciptakan lingkungan sehat dan lebih baik. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow